Asosiasi Fintech Beberkan Cara Berantas Judi Online di RI
JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) meminta industri keuangan digital atau fintech memblokir rekening yang terindikasi digunakan dalam aktivitas ilegal, termasuk judi online. Hal itu dilakukan demi memberantas judi online di Tanah Air.
Menurut Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir pihaknya menolak semua praktik yang berkaitan dengan judi online, termasuk keterlibatan dalam ekosistem keuangan digital.
Sebagai asosiasi yang menaungi pelaku industri fintech di Indonesia, pihaknya mendorong perkembangan industri yang aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan. Pandu menegaskan, langkah preventif sangat penting untuk mencegah dan mengantisipasi praktik judi online dalam ekosistem fintech.
"Kami terus mendorong para pelaku industri untuk mengambil langkah-langkah preventif sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi praktik judi online," ujar Pandu Sjahrir dalam keterangan resmi, Rabu (3/7/2024).
Adapun, ia menekankan pentingnya tindakan preventif untuk mencegah dan mengantisipasi praktik judi online yang semakin marak di masyarakat.
Menurutnya, pihaknya telah merancang berbagai strategi untuk memberantas judi online. Termasuk memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk Management, and Compliance).
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi dan literasi terkait penggunaan produk dan layanan fintech yang tepat guna.
"Salah satu langkah signifikan yang kami ambil adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses Know Your Customer (KYC) dan penilaian kelayakan kredit. Ini untuk mengidentifikasi calon penerima pinjaman yang mungkin terlibat dalam transaksi judi online," tutur dia.
"Kami berkomitmen memperkuat tata kelola perusahaan dengan prosedur Know Your Business (KYB) yang ketat untuk memastikan keamanan dan integritas sistem pembayaran digital," ucapnya.
Penerapan teknologi Fraud Detection System (FDS) juga menjadi langkah penting yang dilakukan oleh AFTECH.
"Inovasi di sektor keuangan harus membawa dampak positif bagi masa depan generasi muda Indonesia," kata Pandu.
Editor: Puti Aini Yasmin