Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Uji Coba Rudal Balistik, Kim Jong Un Siapkan Rencana Perkuat Nuklir Korut Hadapi AS Cs
Advertisement . Scroll to see content

Atasi Krisis Ekonomi, Korea Utara Cetak Kupon Pengganti Uang

Minggu, 31 Oktober 2021 - 07:02:00 WIB
Atasi Krisis Ekonomi, Korea Utara Cetak Kupon Pengganti Uang
Atasi krisis ekonomi, Korea Utara cetak kupon pengganti uang. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

PYONGYANG, iNews.id - Korea Utara berupaya menangani krisis ekonomi dan pangan dengan melakukan berbagai inovasi. Cara yang dilakukan, di antaranya mencetak kupon pengganti uang dan mengembangbiakkan angsa hitam untuk dimakan. 

Adapun krisis yang terjadi di negara itu akibat penutupan perbatasan yang berkepanjangan. Pengamat internasional mengatakan, situasi ekonomi dan pangan di Korea Utara dalam level berbahaya. 

Dikutip dari Reuters, badan intelijen Korea Selatan menyatakan pada sidang parlemen, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengeluarkan perintah untuk mengamankan setiap butir beras dan fokus pada pertanian.

Badan intelijen menilai, panen di Korea Utara mungkin lebih baik dibanding tahun lalu karena cuaca lebih cerah. Negara itu juga dilaporkan akan mengambil langkah-langkah untuk membuka kembali perbatasan dengan China dan Rusia dalam beberapa bulan mendatang.  

Korea Utara telah menderita kerawanan pangan. Menurut pengamat, hal tersebut terjadi karena kesalahan dan buruknya pengelolaan ekonomi, diperparah sanksi internasional atas senjata nuklir, bencana alam, dan pandemi Covid-19. Hal tersebut mendorong penutupan perbatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Kim Jong Un telah mengakui krisis pangan dan meminta maaf atas pengorbanan yang harus dilakukan warganya untuk mencegah wabah Covid-19. Tetapi dia juga mengatakan, ekonomi membaik tahun ini. Bahkan, Korea Utara membantah laporan dari penyelidik PBB bulan ini yang menyatakan, ribuan orang di Korea Utara rentan berisiko kelaparan.

Sementara itu, Korea Utara belum secara resmi melaporkan satu pun kasus Covid-19. Badan-badan PBB menyatakan, Korea Utara baru-baru ini mulai mengizinkan pengiriman bantuan, namun angka yang dirilis oleh China menunjukkan peningkatan perdagangan yang lambat.

Menurut berbagai media yang mengutip sumber anonim di Korea Utara, bank sentral Korea Utara telah mencetak kupon uang senilai 1 dolar AS karena kekurangan uang kertas Won Korea Utara.

Rimjin-gang, situs web berbasis di Jepang yang dioperasikan oleh pembelot Korea Utara, melaporkan kupon tersebut telah beredar sejak Agustus, sebagian karena kertas dan tinta untuk mata uang resmi tidak lagi dikirim dari China.

Adapun NK News yang berbasis di Seoul melaporkan, kekurangan uang kertas mungkin juga diperburuk oleh tindakan keras pemerintah terhadap penggunaan mata uang asing, terutama dolar AS dan renminbi China yang telah banyak digunakan sebelumnya.

Sementara itu, media pemerintah Korea Utara mempromosikan konsumsi daging angsa hitam sebagai sumber makanan yang berharga. Selain itu, juga melaporkan pemuliaan skala industri yang baru dikembangkan akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat.

"Daging angsa hitam itu enak dan memiliki nilai obat," tulis surat kabar partai berkuasa Rodong Sinmun.

Sedangkan NK News melaporkan, penelitian tentang pengembangbiakan angsa hias untuk makanan dimulai pada awal 2019. Pihak berwenang telah memberi tahu sekolah, pabrik, dan bisnis untuk menanam makanan serta memelihara ikan dan hewan lain untuk meningkatkan swasembada.

"Solusinya untuk mengatasi kegagalan pertanian skala besar, untuk menyediakan pasokan makanan yang memadai ke seluruh negeri dan pembatasan terkait Covid-19, pemerintah baru-baru ini telah memblokir makanan dan impor lainnya sejak awal 2020," tulis Colin Zwirko, koresponden analitik senior NK News.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut