Badan Otorita IKN Kantongi 281 LoI Investasi, Hampir Setiap Minggu Bertambah
JAKARTA, iNews.id - Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) telah mengantongi 281 LoI (Letter of Intent) atau surat minat investasi dari investor asing maupun swasta lokal.
Ketua Badan Oto0rita IKN, Bambang Susantono, mengatakan jumlah investor tersebut terus bertambah setiap minggu, bahkan cukup tinggi saat pelaksanaan KTT ASEAN 2023 di Jakarta, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.
"Itu hampir setiap minggu bertambah ya kalau saya lihat, memang ada beberapa yang dari negara yang ikut dalam ASEAN Summit itu mulai menyerahkan LoI," kata Bambang, saat ditemui di Gedung DPR, Senin (11/9/2023).
Menurut dia, beberapa investor terutama swasta lokal bahkan akan memulai pembangunan proyek di IKN Nusantara dengan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada bulan September ini.
Bertemu Macron, Jokowi Apresiasi Investasi Prancis di IKN Nusantara
Bambang mengungkapkan, beberapa pelaku usaha dari dalam negeri yang siap untuk melakukan groundbreaking pada bulan September ini akan membangun fasilitas kesehatan, perhotelan, hingga mall di IKN.
"Jadi ada ground breaking dari mereka yang memang sudah siap. Ada istilahnya launching. Launching itu adalah buat mereka yang akan groundbreaking kira-kira dua bulan lagi. Itu tapi ada beberapa juga yang groundbreaking bulan ini," ujar Bambang.
Badan Otorita IKN Gandeng Stanford Doerr School Kembangkan ESG di Ibu Kota Baru
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Agung Wicaksono menambahkan jumlah 281 L0I yang sudah masuk ke Badan Otorita mayoritas dari negara ASEAN. Hal tersebut menurutnya sedikit banyak dipengaruhi juga oleh keketuaan Indonesia pada KTT ASEAN ke-43 beberapa hari ini.
Lebih rinci, Agung memaparkan beberapa negara di ASEAN yang paling banyak memberikan LoI ada dari Singapura sebanyak 27 LoI, Jepang 25 LoI, Malaysia 19 LoI, dan China 17 LoI. Namun demikian menurutnya Investor dari dalam Negeri yang paling mendominasi penyerahan LoI untuk pembangunan IKN.
"IKN kita bangun menjadi kota dunia untuk semua, world city for all," ungkap Agung.
Editor: Jeanny Aipassa