Badan Otorita IKN Luncurkan Nusantara Net Zero Strategy 2045 di COP28
JAKARTA, iNews.id - Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi meluncurkan Nusantara Net Zero Strategy 2045 atau Peta Jalan Menuju Kota Nol Emisi Karbon Nusantara yang disebut juga Regionally and Locally Determined Contribution (RLDC) di Konferensi Perubahan Iklim ke-28 (COP28), di Dubai.
"Bagi kami di Indonesia ini menjadi momen bersejarah karena ini untuk pertama kali kota di Indonesia memiliki RLDC," ujar Kepala OIKN Bambang Susantono dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/12/2023).
Menurut dia, Nusantara's Net Zero Emission Strategy merupakan dokumen yang menunjukkan komitmen ibu kota baru Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam upaya global mengakselerasi perubahan iklim.
Dalam sambutannya, Bambang menekankan ibu kota baru Indonesia itu tidak hanya akan menjadi kota yang hijau tapi juga akan menjadi model untuk masa depan yang berkelanjutan.
Serukan Target NZE 2060 di COP28, Presiden Jokowi Ajak Berbagai Pihak Kolaborasi dan Investasi di RI
Terlihat dari target ambisius untuk menjadi kota dengan nol emisi karbon (net zero emission), kondisi di mana karbon yang dihasilkan sama dengan kapasitas penyimpanan atau bahkan kurang dari itu.
Beberapa langkah yang akan dilakukan termasuk proses reforestasi secara masif, peremajaan dan menjaga ekologi di Nusantara. Salah satunya dengan mengkonversi 65 persen area Nusantara, yang mayoritas ditutupi tanaman monokultur, menjadi hutan tropis yang asri.
PLN dan PTBA Kerja Sama di COP28 Dubai, Manfaatkan FABA PLTU
Sementara itu, di area urban akan memanfaatkan teknologi untuk memastikan manajemen sumber daya alam yang efisien sembari menerapkan inovasi solusi berbasis alam. Contohnya dengan menjadikan Nusantara sebagai kota spons, memastikan ketersediaan air, pengurangan bahaya banjir, serta pelestarian ekologi. Langkah itu sejalan dengan target Indonesia dalam pengurangan emisi sampai dengan 2060.
"Dalam kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Otorita Ibu Kota Nusantara menyiapkan langkah untuk mentransformasi target ambisius menjadi aksi yang spesifik dan terukur," tutur Bambang.
Dia menjelaskan, RLDC sendiri berfokus pada lima sektor yaitu kehutanan dan penggunaan lahan (forestry and other land use/FOLU), energi, agrikultur, pengelolaan sampah dan industri.
Di dalamnya terdapat target pengurangan emisi menjadi -1,1 juta ton karbon dioksida (MtCO2) pada 2045 dan target lebih ambisius tertuang dalam skenario kedua adalah emisi dapat dikurangi lebih jauh mencapai -1,6 MtCO2.
Editor: Jeanny Aipassa