Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lifting Minyak Bumi Lampaui Target APBN, Pertama Kali dalam 10 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Pastikan Harga Gas Elpiji 3 Kg di Pengecer Paling Mahal Rp19.000

Selasa, 04 Februari 2025 - 14:36:00 WIB
Bahlil Pastikan Harga Gas Elpiji 3 Kg di Pengecer Paling Mahal Rp19.000
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga gas elpiji 3 kg paling mahal Rp19.000 di tingkat pengecer. (Foto: Ilustrasi/MNC Portal)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga gas elpiji 3 kg paling mahal Rp19.000 di tingkat pengecer. Hal ini dilakukan setelah pengecer mendapatkan gas elpiji dari pangkalan resmi. 

Bahlil menyebut, tingkat pengecer tidak bisa memainkan harga yang melebihi dari harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp19.000 per tabung.

"Warung pengecer dinaikan statusnya menjadi sub pangkalan, dengan harga yang kita kontrol agar harga tidak dinaikan semau-maunya. Harga kita minta tidak boleh lebih dari Rp19.000," ujar Bahlil di Tangerang, Selasa (4/2/2025).

Menurutnya, para pedagang eceran gas elpiji 3 Kg akan dinaikkan statusnya menjadi sub pangkalan. Nantinya, para pedagang akan mengambil gas elpiji dari pangkalan dengan ketentuan harga jual maksimal Rp19.000 ke masyarakat.

Bahlil menargetkan, mulai besok para agen pengecer sudah bisa ditingkatkan statusnya menjadi sub pangkalan. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi antre untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg di pangkalan.

"Sudah mulai hari ini status eceran menjadi sub pangkalan. Eceran dijadikan sebagai sub pangkalan, langsung jalan," katanya.

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai langkah antisipatif dari pemerintah untuk mengantisipasi penyalahgunaan subsidi gas elpiji 3 kg. Karena saat ini penyaluran gas elpiji 3 kg yang diperuntukan khusus warga miskin masih dimanfaatkan bagi golongan yang tidak berhak menerima.

"Kita melakukan penataan, kita harus fair untuk memperbaiki, tapi juga diakui kan, bahwa ada yang menyalahgunakan subsidi yang harus kita perbaiki, itu yang penting," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut