Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Perayaan Tahun Baru 2026 di Sejumlah Negara, dari Gemerlap hingga Harapan
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Sebut Subsidi Energi Bocor hingga 30 Persen: Angkanya Hampir Rp100 Triliun

Minggu, 03 November 2024 - 17:28:00 WIB
Bahlil Sebut Subsidi Energi Bocor hingga 30 Persen: Angkanya Hampir Rp100 Triliun
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut terdapat penyaluran subsidi energi yang tidak tepat sasaran hingga 30 persen dari total subsidi. (Foto: iNews.id/Atikah)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut terdapat penyaluran subsidi energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik yang selama ini tidak tepat sasaran. Angkanya kurang lebih mencapai Rp100 triliun atau 20 hingga 30 persen dari total subsidi.

Bahlil menuturkan bahwa angka tersebut diketahui berdasarkan laporan yang diterimanya baik dari PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero) maupun dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (Migas). Menurutnya, pemerintah telah menggelontorkan kompensasi dan subsidi energi sebesar Rp435 triliun.

"Tujuan subsidi itu kan adalah diberikan kepada warga negara yang berhak untuk menerima subsidi. Nah dalam rangka itu besok kami sudah mulai rapat perdana, sebenarnya sudah rapat terus untuk kita mencari formulasinya," ucap Bahlil dalam Konferensi Pers Program Quick Win di Jakarta, Minggu (3/11/2024). 

Dia tak menampik bahwa salah satu formulasi yang dibahas itu memang mengenai penyaluran subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat. 

Namun, lanjut Bahlil, opsi lainnya yaitu dicampur seperti penyaluran subsidi BBM secara BLT atau seperti biasa yang selama ini sudah berjalan.

"Jadi kita lagi tunggu aja, 2 minggu dikasih waktu oleh Bapak Presiden, jadi 2 minggu ini akan kami selesaikan. Tapi jujur saya katakan ya, kurang lebih sekitar 20-30 persen subsidi BBM dan listrik itu berpotensi tidak tepat sasaran. Dan itu gede, angkanya itu kurang lebih 100 triliun," katanya. 

"Kalian kan nggak ingin kan subsidi itu yang harusnya untuk orang miskin, orang saudara-saudara kita yang belum ekonominya bagus, kemudian diterima oleh saudara-saudara kita yang ekonominya bagus," ucapnya. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut