Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ungkap Cacahan Rp100.000 di TPS Liar Bekasi Uang Cetakan Lama BI
Advertisement . Scroll to see content

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Kuartal I-2018 Melaju Lebih Cepat

Kamis, 12 April 2018 - 06:02:00 WIB
Bank Indonesia Sebut Ekonomi Kuartal I-2018 Melaju Lebih Cepat
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo. (Foto: Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idBank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2018 akan menyentuh 5,11 persen. Angka ini lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama yang tumbuh 5,01 persen.

“Tahun 2018, pertumbuhan ekonomi akan ada di antara 5,1 – 5,5 persen, itu akan masih tetap konsisten dengan perkiraan kita, bahkan kuartal I-2018, kita perkirakan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,11 persen,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Agus melihat pertumbuhan ekonomi terus melaju karena Indonesia sedang mengalami pemulihan dengan titik nadir terjadi pada 2015. Pemulihan ini, kata dia, terlihat dari meningkatnya impor dalam tiga bulan terakhir.

Kendati demikian, mantan Menteri Keuangan itu mengingatkan meningkatnya impor tersebut memberikan tekanan terhadap neraca transaksi berjalan. Agus memperkirakan defisit transaksi berjalan pada kuartal I-2018 mencapai 2 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit sepanjang tahun lalu yang berada di level 1,7 persen.

Agus juga memperkirakan tekanan lebih keras akan terjadi pada kuartal II-2018. Namun, dia menyebut hal ini merupakan fenomena musiman karena pada bulan April-Mei biasanya perusahaan memberikan dividen kepada pemegang saham, terutama kepada investor asing.

“Nanti di kuartal kedua juga akan ada tekanan dan itu secara siklus kita sudah tahu karena di kuartal kedua setiap tahun akan ada kewajiban-kewajiban untuk membayar ke luar negeri sehubungan dengan foreign direct investment yang ada,” kata dia.

Tak hanya dividen, tekanan keluarnya modal asing (capital outflow) yang mempengaruhi neraca modal juga datang dari rencana bank sentral AS, The Fed yang akan menaikkan suku bunganya hingga tiga kali pada tahun ini. The Fed diperkirakan menaikkan kembali suku bunga acuan pada Juni 2018.

“Jadi BI tentu akan bersama dengan pemerintah, bersama dengan OJK berkoordinasi untuk memberikan komunikasi yang baik sehingga masyarakat paham tentang siklus yang memang menjadi siklus ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut