Banyak Peminat Jadi Alasan Pertamina Tahan Harga Pertalite
JAKARTA, iNews.id – PT Pertamina (Persero) menaikkan beberapa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo. Namun, ada juga yang tidak dinaikkan seperti Pertalite.
VP Corporate Communications Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina tetap mematok harga Pertamax di wilayah Jawa, Bali, dan Madura (Jamali) sebesar Rp7,800 per liter. Sementara di luar Jamali, harganya bervariasi antara Rp7.800-Rp8.150 per liter. Perbedaan harga ini tergantung besaran pajak BBM di masing-masing daerah.
“Pertalite sementara waktu tidak dinaikkan karena peminat dari BBM Pertalite paling banyak dikonsumsi masyarakat,” kata Adiatma kepada iNews.id, Minggu (1/7/2018).
Konsumsi BBM Pertalite juga terus tumbuh meskipun belakangan pertumbuhannya mulai dilewati konsumsi BBM subsidi Premium. Hal tersebut menyusul perintah Presiden Joko Widodo yang mewajibkan perusahaan migas milik negara itu menjual Premium di seluruh area penugasan Jamali. Perintah itu dituangkan dalam revisi atas Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014.
Pada mudik Lebaran kemarin, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pada periode 31 Mei hingga 22 Juni 2018, pertumbuhan konsumsi BBM yang paling tinggi terjadi pada Premium 27,3 persen, diikuti Pertamax 20,8 persen, Pertalilte 8,8 persen, dan Avtur 0,8 persen.
Pada tahun ini, kuota Pertalite yang ditetapkan Pertamina jauh lebih besar daripada Premium. Kuota Pertalite ditetapkan 14 juta kiloliter sementara Premium 12 juta kiloliter.
Berdasarkan info yang tertera di situs Pertamina, rata-rata Pertalite dijual Rp7.800 per liter di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Untuk Sumatera, harga tertinggi ada di Kepulauan Riau dan area perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam Rp8.150 per liter. Sementara di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dijual rata Rp8.000 per liter.
Harga BBM dengan oktan 90 ini tercatat terakhir kali naik pada 24 Maret lalu. Saat itu, harganya naik dari Rp7.600 menjadi Rp7.800 per liter. Untuk saat ini, kata Adiatma, Pertamina belum berencana menaikkan harga Pertalite meski harga minyak mentah dunia naik.
Untuk Pertamax, Pertamina menaikkan harganya dari Rp8.900 per liter menjadi Rp9.500 per liter. Menurut Adiatma, kenaikan Pertamax sebagian besar disebabkan kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Kenaikan pertamax sebagian besar, lebih dari 50 persen disebabkan oleh kenaikan harga minyak,” kata dia.
Editor: Rahmat Fiansyah