Batasi Kapasitas, Delta Airlines Angkut Penumpang Hanya 60 Persen

Djairan ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 13:51 WIB
Batasi Kapasitas, Delta Airlines Angkut Penumpang Hanya 60 Persen

Maskapai Penerbangan Amerika Serikat (AS) Delta Airlines akan membatasi jumlah penumpang pesawat maksimal 60 persen hingga akhir tahun 2020. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Maskapai Penerbangan Amerika Serikat (AS) Delta Airlines akan membatasi jumlah penumpang pesawat maksimal 60 persen hingga akhir tahun 2020. Hal itu sebagai syarat untuk tetap dapat terbang, serta bertujuan membatasi penyebaran Covid-19 dengan membatasi jarak antarpenumpang.

“Kami akan memperpanjang batas maksimal jumlah penumpang 60 persen yang boleh diangkut, sebelumnya direncanakan hanya sampai September. Bahkan, ada kemungkinan batas itu akan lebih dinaikkan lagi, kita tunggu saja," ujar Kepala Eksekutif Delta Airlines Ed Bastian, dikutip dari BBC Sabtu (27/6/2020).

Maskapai terbesar kedua di dunia berdasarkan jumlah penumpang tersebut terus berupaya agar dapat mengudara, meski harus kehilangan banyak penumpang. Hal itu menjadi langkah yang amat penting saat ini karena adanya kekhawatiran akan kehilangan penerbangan yang lebih banyak untuk jangka waktu yang lebih lama.

Data dari Departemen Transportasi AS menunjukkan, sejak 2019 Delta perlu mengisi 70,6 persen kursi di penerbangannya, agar bisa menutupi tekanan keuangan perusahaan. Masalah tersebut terus berlanjut hingga saat ini, diperparah dengan pesawat yang tidak beroperasi karena jatuhnya permintaan global akibat Covid-19.

Analis penerbangan dari The Official Airline Guide (OAG) John Grant mengatakan, saat ini Delta berada dalam posisi yang lebih kuat jika dibandingkan dengan dua rival besarnya American Airlines dan United Airlines. Masing-masing membutuhkan 78,6 persen dan 73,8 persen kapasitas kursi penumpang untuk mengatasi keuangan perusahaan.

“Sebenarnya langkah break-evens semacam itu sudah menjadi lumrah dalam bisnis aviasi dunia. Kita lihat tahun lalu juga sebenarnya adalah tahun yang baik, dengan biaya bahan bakar yang sangat rendah dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir, dan itu jelas dapat membantu meningkatkan pendapatan per penumpang," kata Grant.

Sementara itu, Delta perlahan kembali memperoleh lebih banyak rute perjalanan, di mana maskapai tersebut menjadi pesawat AS pertama yang diperbolehkan terbang lagi dari dan ke China. Sebelumnya sempat terjadi ketegangan antara kedua negara tersebut, yang saling melarang adanya penerbangan satu sama lain. 

Editor : Ranto Rajagukguk