Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luncurkan Skuad Lengkap, Jakarta Livin' by Mandiri Siap Tancap Gas di Proliga 2026
Advertisement . Scroll to see content

Begini Cara Bank Mandiri Sikapi Produk Keuangan E-Wallet

Senin, 03 September 2018 - 21:57:00 WIB
Begini Cara Bank Mandiri Sikapi Produk Keuangan E-Wallet
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dompet elektronik (E-Wallet) kini marak bermunculan dengan menawarkan fitur yang memungkinkan pengguna menyimpan saldo di sebuah aplikasi. Namun, kemudahan fitur ini ternyata menjadi tantangan bagi industri perbankan.

VP Credit Card Group Bank Mandiri M Haris Budiman mengatakan, di era serba teknologi seperti saat ini perkembangan inovasi digital tidak bisa dihindari. Oleh karenanya, ia melihat E-Wallet bukan sebagai pengganggu bisnis jasa keuangan khususnya perbankan.

"Hal itu justru jadi pemicu dan semangat kami di Bank Mandiri atau diperbankan umumnya, bagaimana untuk antisipasi ini, bagaimana kita bisa masuk ke digital dan inovasi," ujarnya di Lounge XXI, Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2018).

Ia melanjutkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan penyedia E-Wallet yaitu perusahaan financial technology (fintech). Bank Mandiri terus mencari peluang fintech yang dapat diajak bekerja sama untuk mengeluarkan produk baru.

"Kita juga punya anak perusahaan yang berfokus mencari fintech yakni Mandiri Capital. Kita juga melihat itu, jadi sinergi," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan kemampuan digital perusahaan agar tidak tertinggal dari perusahaan jasa keuangan lainnya. Bahkan hasil dari peningkatan digital tersebut, Bank Mandiri akan meluncurkan produk pembayaran baru berbasis aplikasi dalam waktu dekat.

"Jadi ada dua hal kita sinergisasi dan tingkatkan digital capability kita," ucapnya.

Saat ini Bank Mandiri telah memiliki beberapa produk yang dapat memfasilitasi nasabah untuk melakukan transaksi online. "Jadi kita ada kartu debit, kredit dan produk e-cash, dan yang konvensional transfer," tuturnya.

Menurut dia, di era serba-online ini pertumbuhan transaksi offline tidak sebesar online. Meskipun secara porsi penggunaan untuk transaksi offline masih lebih besar daripada online.

"Kalau kita lihat di Bank Mandiri trennya memang yang sifatnya marketplace itu untuk porsi transfer masih mendominasi, namun kalau kita lihat untuk e-commerce itu kartu kredit porsinya paling besar," ucapnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut