Begini Upaya Pemerintah Tingkatkan Kontribusi Ekspor UMKM 17 Persen pada 2024
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menargetkan kontribusi ekspor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) nasional naik pada kisaran 17 persen di 2024. Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki menuturkan, pemerintah memberikan berbagai kemudahan untuk peningkatan ekspor.
Teten menjelaskan, upaya pertama yang dilakukan adalah pembentukan ekosistem ekspor. Di dalam ekosistem ekspor ini akan mempertemukan agregator dan pelaku UMKM ekspor yang didukung lembaga pembiayaan ekspor seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan BNI Xpora, termasuk business matching antara agregator dengan UKM.
Kedua, capacity building yang terkait pengembangan kapasitas dan kemampuan ekspor UMKM disertai dengan pendampingan dan fasilitasi standardisasi.
"Begitu juga dengan sertifikasi ekspor produk UMKM seperti organic, HACCP, BRC, ISO, hingga pembentukan Rumah Produksi Bersama," ujar Teten dalam penutupan acara Xpora International Logistic & Trade Expo 2022 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dikutip, Kamis (15/12/2022).
Kemenag Gelar Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM, Ini Caranya
Teten menambahkan, upaya ketiga adalah memberikan fasilitas buyer mapping dan market intelligence untuk produk natural ingredients ke pasar Eropa.
"Kami sudah bekerja sama dengan Swiss Import Promotion Program atau SIPPO. Kita akan kloning apa yang sudah dilakukan SIPPO," tuturnya.
Asyik, 455 Pelaku UMKM di Gunungkidul Terima Sertifikat Halal
Keempat, kolaborasi perluasan pasar dengan Diaspora Indonesia yang menjadi agregator. Di antaranya, Pasar Norwegia, kerja sama dengan Kadin dalam bentuk Indonesia Trading House di Swiss hingga kolaborasi antara Kemenkop UKM, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, dan Kadin, untuk pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Kelima, perluasan pasar melalui platform e-commerce seperti shopee, Lazada, dan Amazon. Keenam, adanya katalog promosi digital UKM potensial ekspor melalui laman https://smesta.kemenkopukm.go.id.
"Mengingat banyaknya jumlah UMKM dan tidak semua UMKM memiliki kapasitas SDM yang memadai untuk mengekspor produk, maka KemenkopUKM menekankan pengembangan agregator. UMKM yang berhasil mengekspor produk didorong untuk menjadi agregator agar membantu UKM lainnya dalam mengekspor barang," ucap Teten.
Editor: Aditya Pratama