Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat ke Aceh, Calon Jemaah Haji Bisa Latihan Boarding
Advertisement . Scroll to see content

BEI Beberkan Syarat Buka Suspensi Saham Garuda Indonesia

Minggu, 10 Juli 2022 - 13:05:00 WIB
BEI Beberkan Syarat Buka Suspensi Saham Garuda Indonesia
BEI tengah menelaah sekaligus membeberkan syarat untuk membuka kembali perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). (Foto: Dok. Garuda Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menelaah sekaligus membeberkan syarat untuk membuka kembali perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, Bursa saat ini sedang dalam tahap penelaahan terhadap keterbukaan informasi Garuda Indonsia. 

Penelaahan yang dilakukan juga termasuk salinan perjanjian perdamaian final yang nantinya akan disampaikan oleh Perseroan.

''Dalam hal ini yaitu penjelasan terhadap restrukturisasi utang Perseroan, termasuk sukuk'' ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Minggu (10/7/2022). 

Nyoman menambahkan, terkait suspensi, Bursa akan melakukan pembukaan suspensi saham dengan kode saham GIAA jika penyebab dilakukannya suspensi telah dipenuhi seluruhnya oleh perseroan.

Selain itu, BEI juga tengah mempertimbangkan Garuda Indonesia untuk melaksanakan Public Expose Insidentil.

Sebelumnya, BEI melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham Garuda Indonesia, pada Jumat (18/6/2021). Saat disuspensi, harga saham GIAA berada pada kisaran Rp222 per saham.  

Dalam pengumuman resmi, BEI menjelaskan bahwa suspensi dilakukan setelah manajemen Garuda Indonesia mengumumkan menunda pembayaran Jumlah Pembagian Berkala Sukuk yang telah jatuh tempo pada 3 Juni 2021 dan telah diperpanjang pembayarannya dengan menggunakan hak grace period selama 14 hari, sehingga jatuh tempo pada tanggal 17 Juni 2021. 

Otoritas Bursa menilai bahwa penundaan pembayaran jumlah pembagian berkala sukuk tersebut mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha Garuda Indonesia. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut