Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baru 7 Emiten Melantai di Bursa hingga Juli 2026, OJK Persilakan BEI Revisi Target IPO
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja cemerlang pada tahun ini. Pasalnya, target 35 perusahaan yang melantai di bursa pada tahun ini sudah terlampaui.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, sejauh ini sudah ada 36 perusahaan yang tercatat di BEI. Yang terbaru, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk mencatatkan nama di papan bursa dengan kode IPCM.

Namun demikian, Samsul mengatakan, akan ada satu lagi perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (initial public offering atau IPO) tahun ini setelah Jasa Armada. Tapi, dia enggan mengungkapkan identitas perusahaan tersebut.

"Ini akan menjadi satu perusahaan yang terakhir menjadi emiten di tahun ini. Satu perusahaan itu pada 29 Desember 2017, sehingga akan menjadi 37 perusahaan tercatat dengan perolehan dana Rp9,4 triliun," kata Samsul saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Samsul menyebut, Jasa Armada menjadi perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) ke-31 yang tercatat di bursa. Saham IPCM itu tercatat naik 22 poin atau 5,79 persen pada akhir sesi perdagangan hari ini.

Meskipun melampaui target, BEI masih kesulitan menggaet perusahaan-perusahaan kelas kakap untuk terlibat di bursa. Dengan begitu, emisi atau perolehan dana dari IPO tercatat masih minim dibandingkan perolehan dana tahun lalu yang mencapai Rp12,07 triliun atau turun 22 persen.

Tapi, dia mengaku banyak perusahaan berskala menengah yang memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan dana.

"Dari sisi angka memang kecil. Tapi banyak juga perusahaan kecil dan menengah atau e-commerce yang mulai manfaatkan dana lewat pasar modal," ujarnya.

Pada tahun 2017, sejumlah perusahaan yang meraup dana terbesar dari IPO antara lain PT Garuda Maintenance Facility ArAsa Tbk (GMFI) Rp2,82 triliun, PT Anaya Land International Tbk (NASA) Rp1,1 triliun, dan Rp PT PP Presisi Tbk (PPRE) sebesar Rp1,02 triliun.

Pada tahun depan, Samsul mengatakan, otoritas bursa menargetkan 35 perusahaan lagi untuk melantai bursa tahun depan. Dia menyebut, saat ini sudah ada empat perusahaan yang masuk dalam daftar rencana atau pipeline untuk segera go-public pada awal 2018.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut