Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gagal Fokus! Azia Riza Gombali Pelatih saat Nerbangin Merpati
Advertisement . Scroll to see content

Belum Terbang, Merpati Akan Fokus Bisnis Bengkel Pesawat

Jumat, 15 November 2019 - 09:40:00 WIB
Belum Terbang, Merpati Akan Fokus Bisnis Bengkel Pesawat
Pesawat Merpati. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) sejak 2014 hingga saat ini belum bisa mengudara secara komersial. Maskapai pelat merah tersebut dalam jangka pendek akan difokuskan untuk menggarap bisnis maintenance, repair, and overhaul (MRO) alias bengkel pesawat.

MNA kini menjadi 'pasien' PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) setelah terlilit utang triliunan rupiah. Maskapai itu sedang disehatkan oleh Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan tersebut.

Direktur Utama PPA Iman Rachman mengatakan, MNA melalui anak usahanya telah menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia bersama 10 BUMN lain, termasuk Pertamina dan Bulog untuk menyewakan pesawatnya untuk bisnis kargo. Bisnis ini melayani pengiriman barang ke timur Indonesia.

Selain kargo, kata Iman, MNA nantinya diarahkan untuk bisnis MRO dan pusat pelatihan. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki Merpati saat ini.

"Merpati dioptimalkan potensinya bukan di penerbangan, tapi asetnya yang dimiliki ada MRO dan pusat pelatihan," kata Iman di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/11/2019).

Iman mengaku belum tahu kapan Merpati lewat induk bisa kembali mengudara. Yang jelas, keputusan untuk terbang bukan wewenang PPA.

"Soal apakah nanti MNA akan dilanjutkan (beroperasi) atau tidak, itu bukan wewenang kami. Tugas kami adalah memastikan aset MNA tetap terjaga," ucap Iman.

Direktur Konsultasi Bisnis dan Manajemen PPA Dikdik P Yoffana menyebut bisnis yang dijalankan Merpati saat ini diharapkan bisa melunasi utang-utangnya.

Utang Merpati yang sebelumnya mencapai Rp10,95 triliun telah berkurang menjadi Rp6 triliun hingga Oktober 2019. Pengurangan tersebut terjadi setelah kreditur sepakat untuk menghapus bunga utang yang mencapai Rp4,4 triliun.

"Perusahaan ini sebelumnya sudah memiliki perjanjian pembayaran utang yang diputuskan lewat pengadilan kepada krediturnya," ujar dia.

Dikdik mengatakan, PPA akan memastikan kondisi Merpati bisa sehat. Setelah membaik, diharapkan ada investor yang masuk ke Merpati.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut