Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkeu AS Tegaskan Tak Akan Bailout Silicon Valley Bank
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah Silicon Valley Bank Jadi Korban Kenaikan Suku Bunga The Fed?

Minggu, 12 Maret 2023 - 22:41:00 WIB
Benarkah Silicon Valley Bank Jadi Korban Kenaikan Suku Bunga The Fed?
Kantor Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed). (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Penutupan Silicon Valley Bank oleh Departemen Perlindungan Keuangan dan Inovasi California pada Jumat (10/3/2023), sangat mengejutkan dan mengguncang bursa saham Wall Street. 

Runtuhnya Silicon Valley Bank menjadi kegagalan terbesar bank Amerika Serikat sejak krisis keuangan tahun 2008. Banyak nasabah baik di AS maupun luar negeri khawatir dengan uang simpanan mereka di bank itu.

Sejumlah pengamat menilai pemerintah federal perlu mengambil langkah penyelamatan SVB melalui pemberian bantuan keuangan atau bailout, karena efek domino yang mungkin ditimbulkan. 

Meski demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) AS, Janet Yellen telah menyatakan dengan tegas bahwa pemerintah tak akan melakukan bailout untuk menyelamatkan Silicon Valley Bank. 

Banyak pihak yang mempertanyakan keputusan regulator menutup Silicon Valley Bank, yang merupakan bank terbesar ke-16 di Amerika Serikat (AS). Apalagi bank tersebut melayani sebagian besar pekerja teknologi dan perusahaan yang didukung modal ventura, termasuk beberapa merek industri yang paling terkenal.

Para pengamat pun berspekulasi mengenai penyebab kegagalan likuiditas Silicon Valley Bank yang berujung pada keputusan penutupan oleh Departemen Perlindungan Keuangan dan Inovasi California.  

Lantas apakah penyebab bangkrutnya Silicon Valley Bank? 

Menkeu AS, Janet Yellen, mengatakan kenaikan suku bunga The Fed (Federal Reserve) menjadi masalah utama yang menyebabkan Silicon Valley Bank kehilangan kemampuan likuiditasnya, hingga harus ditutup.  

Pernyataan itu, disampaikan Janet Yellen dalam wawancara dengan CBS pada acara "Face The Nation" sebagaimana dikutip Associated Press (AP) dalam artikel berjudul "Yellen says no federal bailout for Silicon Valley Bank", pada Minggu (12/3/2023). 

Dalam wawancara tersebut, Menkeu AS menyampaikan masalah sektor teknologi dan startup bukan penyebab utama bangkrutnya Silicon Valley Bank. Menurutnya, kenaikan suku bunga The Fed untuk memerangi inflasi sebagai masalah utama yang membuat Silicon Valley Bank bangkrut. 

Hal itu, disebabkan banyak aset SVB, seperti obligasi atau sekuritas yang didukung hipotek, kehilangan nilai pasar karena kenaikan suku bunga.

“Jadi masalah dengan sektor teknologi bukanlah inti dari masalah di bank ini,” kata Janet Yellen.

Dia berharap regulator dapat mempertimbangkan berbagai pilihan yang tersedia, termasuk akuisisi Silicon Valley Bank oleh lembaga lain. Namun sejauh ini, belum ada pembeli yang melangkah maju.

Pernyataan senada juga disampaikan Tom Quaadman, wakil presiden eksekutif Pusat Daya Saing Pasar Modal Kamar Dagang AS. "Kami mendesak pemerintah untuk memfasilitasi akuisisi cepat (Silicon Valley Bank), dan menjamin semua deposan bank memiliki akses ke uang tunai mereka," ujar Tom.

Departemen Perlindungan Keuangan dan Inovasi California telah menyita aset Silicon Valley Bank dan menunjuk Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) untuk mengambil alih keuangan Silicon Valley Bank mengasuransikan simpanan hingga 250.000 dolar AS. 

Deposito nasabah yang diasuransikan oleh pemerintah federal dipastikan tersedia pada Senin pagi. Namun regulator belum mengumumkan langkah apa yang akan dilakukan untuk menyelamatkan SVB.

“Saya telah bekerja sepanjang akhir pekan dengan regulator perbankan kami untuk merancang kebijakan yang tepat guna mengatasi situasi ini. Saya tidak bisa memberikan detail lebih lanjut saat ini,” ujar Janet Yellen. 

Presiden Joe Biden dan Gubernur California, Gavin Newsom, juga dilaporkan telah melakukan pertemuan untuk membahas upaya mengatasi situasi pacapenutupan Silicon Valley Bank, pada Sabtu (11/3/2023). 

Meskipun demikian, Gedung Putih belum memberikan rincian terkait langkah selanjutnya yang akan ditempuh pemerintah. Gubernur Gavin Newsom hanya menyampaikan bahwa pertemuan itu memutuskan untuk melakukan langkah-langkah ang dapat menstabilkan situasi secepat mungkin. 

"Untuk melindungi pekerjaan, mata pencaharian masyarakat, dan seluruh ekosistem inovasi yang telah berfungsi sebagai tiang tenda bagi perekonomian kita," ujar Gavin Newsom. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut