Berpotensi Memburuk, Angkasa Pura I Dorong Restrukturisasi Utang Senilai Rp28 Triliun

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 08 Desember 2021 - 16:17:00 WIB
 Berpotensi Memburuk, Angkasa Pura I Dorong Restrukturisasi Utang Senilai Rp28 Triliun
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Angkasa Pura I (AP I), Faik Fahmi, mengakui ada potensi kondisi keuangan perseroan semakin memburuk akibat dibebani utang

Menurut dia, keuangan AP I akan semakin memburuk bila tidak dilakukan upaya penyehatan dan restrukturisasi utang perusahaan sebesar Rp28 triliun. Utang tersebut berasal dari kreditur dan investor perusahaan. 

Meski kontraksi keuangan perseroan bukan disebabkan oleh masalah yang bersifat struktural, namun Faik mengakui cash flow dan utang saat ini menjadi ancaman serius.

"Apa yang kita alami ini penyebabnya bukan masalah yang bersifat struktural. Tapi dengan utang sebesar itu dan kondisi Angkasa Pura I yang belum beranjak pulih akibat dampak pandemi Covid-19, maka ada potensi lebih buruk lagi, bila tidak dilakukan upaya penyehatan dan restrukturisasi," ujar Faik dalam konferensi pers, Rabu (8/12/2021). 

Dia mengungkapkan, AP I mengalami tekanan kinerja operasional dan finansial sepanjang pandemi Covid-19. Namun, manajemen tengah menyiapkan program restrukturisasi operasional dan finansial yang diharapkan rampung pada Januari 2022, sehingga perusahaan dapat bangkit dalam beberapa waktu ke depan.

Adapun langkah pemulihan yang dilakukan adalah upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi serta mendorong anak usaha untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis).

"Sebenarnya kondisi Angkasa Pura I tak seburuk yang diberitakan media selama ini. Memang, kita ada utang kepada kreditur dan investor, itu sampai November 2021 sebesar Rp28 triliun, bukan Rp35 triliun, tapi ini lagi dalam proses restrukturisasi," kata Faik. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: