BI Sebut ASEAN-5 Salip Negara G20 dalam Integrasi Pembayaran Lintas Batas
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, negara-negara di ASEAN-5 sudah menyalip negara-negara anggota G20 dalam menghubungkan pembayaran lintas batas lewat Quick Response (QR) Code dan fast payment.
Indonesia saat ini telah melakukan kesepakatan pembayaran lintas batas dengan Thailand dan Malaysia dalam ASEAN-5. Selanjutnya, akan dilakukan kerja sama dengan Singapura dan Filipina.
"Karena sudah lebih dahulu daripada G20, ASEAN-5 akan memimpin sebagai contoh yang baik bagi dunia," kata Perry dalam Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-16 dan Call for Papers di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (25/8/2022).
Dengan begitu, dia mengungkapkan, interkoneksi sistem pembayaran Indonesia tidak hanya dilakukan secara nasional, tetapi juga bersama ASEAN-5 dan menggunakan mata uang lokal, bukan mata uang negara lain.
BI sudah membangun infrastruktur sistem pembayaran sejak 2019, di mana untuk pedagang ritel diluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Bank Indonesia Fast Payment (BI-FAST) untuk integrasi pembayaran dan ritel.
Perry mengungkapkan, BI juga telah membangun Electronic Trading Platform (ETP) Multimatching, yang merupakan sistem elektronik yang digunakan pelaku pasar sebagai sarana untuk melakukan transaksi pasar keuangan dengan metode multimatching.
Pengembangan infrastruktur Central CounterParty (CCP) pun juga terus berlanjut. CCP adalah lembaga yang menempatkan dirinya di antara para pihak yang melakukan transaksi derivatif sehingga bertindak sebagai pembeli bagi penjual dan sebagai penjual bagi pembeli (novasi).
"Dengan berbagai infrastruktur tersebut, tak hanya QR dan fast payment, kami juga menginginkan rupiah digital nantinya tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi bisa untuk transaksi lintas batas," ujarnya.
Karena itu, dia menyampaikan, BI kini sedang dalam proses bergabung dengan bank sentral lainnya dalam mendiskusikan platform digital terbaik untuk rupiah digital.
Editor: Jujuk Ernawati