Bill Gates Desak AS Bantu Negara Miskin Dapatkan Vaksin Covid-19
WASHINGTON, iNews.id - Orang terkaya kedua dunia, Bill Gates mendesak pemerintah AS menggunakan pendekatan global dalam menangani pandemi Covid-19. Dia tak ingin vaksin hanya digunakan secara eksklusif untuk warga Amerika.
Gates mengatakan, penelitian vaksin Covid-19 saat ini banyak dilakukan di AS. Namun, hal itu tidak berarti bahwa negara-negara lain, terutama negara miskin dan negara berkembang tidak boleh mengakses vaksin tersebut.
Miliarder yang gemar beramal tersebut mengusulkan kepada Kongres untuk memberikan dana tambahan 8 miliar dolar AS untuk pendistribusian vaksin Covid-19 secara global.
"Kami berusaha memastikan agar gelombang pandemi bisa berakhir, namun itu bukan hanya terbatas pada negara-negara kaya saja," katanya dikutip dari Bloomberg, Rabu (5/8/2020).
Yayasan Bill & Melinda Gates telah menggelontorkan lebih dari 350 juta dolar AS sejauh ini untuk penelitian vaksin Covid-19. Selain riset, sebagian dana tersebut juga digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik-pabrik farmasi di berbagai dunia.
Pendiri Microsoft tersebut ikut mendanai riset vaksin Covid-19 di beberapa perusahaan seperti AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Novavax. Hasilnya sejauh ini cukup menjanjikan.
Berdasarkan data WHO, ada lebih dari 100 kandidat vaksin Covid-19 yang diuji coba. Dari jumlah tersebut, lebih dari dua lusin kandidat masuk tahap uji klinis terhadap manusia.
Namun, di saat negara-negara sedang berebut akses vaksin, Gates prihatin karena negara-negara di dunia, terutama negara kaya hanya fokus menangani pandemi sendiri. Padahal, kerja sama global sangat dibutuhkan untuk mengakhiri wabah.
Editor: Rahmat Fiansyah