Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Binance Tolak Permintaan Ukraina Blokir Semua Akun Kripto dari Rusia

Senin, 28 Februari 2022 - 20:59:00 WIB
Binance Tolak Permintaan Ukraina Blokir Semua Akun Kripto dari Rusia
Pertukaran mata uang kripto, Binance menegaskan tidak akan memblokir semua akun pengguna dari Rusia, meski ada permintaan dari Ukraina. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pertukaran mata uang kripto, Binance menegaskan tidak akan memblokir semua akun pengguna dari Rusia di tengah invasi ke Ukraina. Namun, pihaknya tetap akan memblokir akun individu dari negara tersebut yang telak dikenai sanksi. 

Dikutip dari CNBC, pernyataan tersebut muncul setelah Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov meminta pertukaran mata uang kripto tersebut untuk memblokir semua akun pengguna Rusia.

“Kami tidak akan secara sepihak membekukan jutaan akun pengguna yang tidak bersalah,” ujar Juru Bicara Binance dikutip, Senin (28/2/2022).

Juru bicara tersebut menambahkan, kripto dimaksudkan untuk memberikan kebebasan finansial yang lebih besar bagi orang-orang di seluruh dunia. Oleh karena itu, memutuskan secara sepihak untuk melarang akses orang ke kripto akan bertentangan dengan alasan mengapa kripto ada.

Sebelumnya, pada Minggu lalu Fedorov meminta bursa utama untuk memblokir alamat pengguna Rusia.

“Sangat penting untuk membekukan tidak hanya alamat yang terkait dengan politisi Rusia dan Belarusia, tetapi juga untuk menyabotase pengguna biasa,” kata Fedorov dalam sebuah tweet.

Seperti diketahui, Rusia terus menyerang kota-kota besar di seluruh Ukraina, tetapi pasukan negara itu diyakini sebagian besar telah menahan kemajuan Rusia.

Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menanggapi dengan sanksi yang menargetkan bank-bank Rusia, utang negara, lingkaran dalam Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin itu sendiri. Rubel Rusia telah jatuh sebagai hasilnya.

“Jika komunitas internasional memperluas sanksi itu lebih jauh, kami akan menerapkannya secara agresif juga,” ucap juru bicara perusahaan.

Bursa pertukaran mata uang kripto lainnya, Kraken, melalui CEO Jesse Powell dalam tweet-nya menyebut bahwa perusahaan tidak dapat membekukan akun klien dari Rusia tanpa persyaratan hukum untuk melakukannya.

Namun, Dmarket, platform yang memungkinkan orang untuk memperdagangkan item dalam game virtual, mengatakan telah memutuskan semua hubungan dengan Rusia dan Belarus karena invasi ke Ukraina.

Perusahaan mengatakan pengguna dari Rusia dan Belarus dilarang mendaftar ke Dmarket dan akun pengguna dari negara tersebut telah dibekukan. Rubel Rusia telah dihapus dari platform, menurut Dmarket, yang menyebut dirinya startup kelahiran Ukraina.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut