Bio Farma Targetkan BPOM dan MUI Terbitkan Sertifikat Vaksin Covid-19 BUMN Akhir Juli 2022
JAKARTA, iNews.id - PT Bio Farma (Persero) menargetkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menerbitkan sertifikat untuk vaksin Covid-19 BUMN pada akhir Juli 2022.
Saat ini, Bio Farma sedang menunggu izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Covid-19 BUMN dari BPOM. Selain itu, Bio Farma juga sedang menunggu hasil audit Halal yang dilakukan oleh LPOM MUI.
"Insya Allah memenuhi kriteria Halal. Harapannya kedua sertifikat ini akan muncul (diterbitkan) pada akhir bulan Juli 2022,“ kata Honesti, Rabu (13/7/2022).
Honesti menuturkan, vaksin Covid-19 BUMN akan digunakan untuk vaksin dewasa dosis pertama dan kedua. Sementara untuk penggunaan vaksin dosis ketiga (booster) akan melewati uji klinis terlebih dahulu dalam waktu dekat. Dia berharap ke depannya vaksin ini bisa digunakan untuk dosis primer dan dosis booster anak-anak berusia 6-17 tahun.
Libatkan 1.725 Relawan, Bio Farma Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN di Padang Pariaman
"Vaksin Covid-19 BUMN merupakan wujud dari kemandirian bangsa Indonesia saat pandemi. Ia berujar vaksin buatan Bio Farma itu dapat menjadi tonggak pencapaian karya anak bangsa. Sebab, membuktikan bahwa Indonesia mampu membuat vaksin dari hulu ke hilir secara mandiri," tutur Honesti.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Lucia Rizka Andalucia, mengatakan ada satu tahapan yang sangat penting yang harus dilalui dalam pembuatan vaksin, yakni pemberian izin agar dapat digunakan oleh masyarakat.
Bio Farma Uji Klinis Vaksin BUMN Tahap III, Targetkan 120 Juta Dosis per Tahun
"Bila izin telah terbit, vaksin produksi dalam negeri itu tidak hanya dipakai oleh masyarakat Indonesia, tapi juga dapat diekspor untuk digunakan di luar negeri," kata Lucia, Rabu (13/7/2022).
Sementara itu, pada Selasa (12/7/2022), Bio Farma menggelar uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 BUMN di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Selasa, 12 Juli 2022.
Ketua Tim Peneliti Uji Klinis, Asrawat mengatakan bahwa terdapat 1.725 relawan yang terlibat dalam uji klinis vaksin buatan Indonesia itu. Relawan dengan rentang usia antara 18-70 tahun, dalam keadaan sehat, dan belum pernah terpapar virus Covid-19.
Menurut dia, setiap relawan mendapatkan dua kali suntikan dengan rentang waktu 28 hari. Adapun uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 BUMN ini sudah memasuki suntikan kedua.
"Para relawan akan dipantau selama satu tahun kedepan guna memastikan keamanan serta keefektifan vaksin dalam memunculkan kekebalan tubuh," kata Asrawat dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7/2022).
Editor: Jeanny Aipassa