Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ganda Putra Indonesia Raih Tiga Gelar Beruntun, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
Advertisement . Scroll to see content

BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 - 09:59:00 WIB
BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026
BNI mencatatkan laba bersih Rp10,8 triliun di semester I 2026. (Foto: Dok. BNI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat laba bersih Rp10,8 triliun hingga semester I 2026. Pertumbuhan itu didorong kredit yang melonjak 24,4 persen menjadi Rp968,5 triliun serta kualitas aset yang tetap sehat memperkuat fundamental bisnis perseroan di tengah tekanan ekonomi global.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital.

“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen,” ujar Putrama di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dia menilai arah pengembangan bisnis tersebut selaras dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang berfokus pada penguatan fundamental perusahaan, tata kelola profesional, serta penciptaan nilai jangka panjang.

Transformasi digital menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis BNI. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna aplikasi wondr by BNI mencapai 15,1 juta dengan volume transaksi meningkat 110 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu dengan volume transaksi tumbuh 17 persen menjadi Rp6.039 triliun. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh nasabah ritel maupun korporasi.

Di sisi jaringan, implementasi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program ini memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan sekaligus meningkatkan produktivitas jaringan dan potensi bisnis di daerah.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan kredit BNI hingga akhir Juni 2026 tumbuh 24,4 persen menjadi Rp968,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut berasal dari portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis, mulai korporasi, menengah, UMKM hingga konsumer. Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko setiap debitur.

Penguatan kredit berjalan seiring struktur pendanaan yang tetap solid. Di tengah kompetisi likuiditas, dana murah atau CASA tumbuh 11,2 persen secara tahunan sehingga rasio CASA bertahan di level 65,4 persen. 

Kondisi tersebut ikut meningkatkan efisiensi biaya dana, ditandai cost of fund dana pihak ketiga yang turun menjadi 2,56 persen dari 2,78 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

BNI juga mencatat peningkatan pendapatan inti. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 14,2 persen menjadi Rp22,3 triliun, sementara pendapatan berbasis komisi (fee-based income/FBI) juga meningkat 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.

Kenaikan dua sumber pendapatan tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama. Adapun laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp10,8 triliun.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut