Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Biawak Tertabrak Whoosh, KCIC Catat Gangguan Perjalanan Sepanjang 2025
Advertisement . Scroll to see content

Bor Raksasa dari China Datang, Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Dikebut

Kamis, 31 Januari 2019 - 19:44:00 WIB
Bor Raksasa dari China Datang, Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Dikebut
Salah satu bagian dari Tunnel Boring Maching (TBM) yang didatangkan dari Shanghai, China untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Alat tersebut akan dirakit dalam waktu 45 hari dan ditargetkan beroperasi Maret 2019. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mengebut pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal ini menyusul datangnya mesin bor terowongan atau Tunnel Boring Machine (TBM) raksasa dari China.

TBM tersebut didatangkan langsung dari Pelabuhan Zhanghuabang, Shanghai. Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, alat tersebut langsung dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas bea cukai sebelum dikirim ke lokasi proyek.

“Kita patut berbangga, TBM yang ada di hadapan kita ini adalah yang terbesar yang pernah ada di Indonesia," kata Direktur Utama KCIC, Chandra Dwiputra, Kamis (31/1/2019).

Chandra menjelaskan, alat tersebut digunakan untuk membuat terowongan untuk dua jalur kereta cepat sekaligus. Dengan begitu, dia optimistis target pembangunan proyek sebesar 60 persen pada tahun ini bisa tercapai, sehingga bisa rampung pada 2021.

TBM raksasa ini memiliki bobot 3.649 ton dengan diameter 13,19 meter dan panjang mencapai 105 meter. Alat ini akan beroperasi di daerah Halim dengan menggunakan Metode Shield Tunneling untuk pengerjaan konstruksi terowongan sepanjang 1.885 meter yang merupakan bagian dari 22 titik penting pekerjaan konstruksi.

Pengerjaan menggunakan metode Shield Tunneling karena titik kritis ini berlokasi di Km 3+600 melewati jalan tol Cikampek dan overpass jalan arteri Jatiwaringin yang merupakan titik terpadat mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung.

Chandra yakin penggunaan TBM tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta – Cikampek karena tingkat keamanan metode pengerjaan Shield Tunneling jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode Drill, blasting atau metode lainnya.

"Metode ini bekerja seperti cacing bawah tanah di mana pengerjaannya dilakukan tanpa mengganggu aktivitas yang ada di atasnya," ujar Chandra.

Selain itu, penggunaan TBM digunakan pada titik ini untuk menyesuaikan aturan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdanakusuma yang mengatur ketinggian bangunan dan kemungkinan mengganggu operasional penerbangan.

Chandra mengatakan, perakitan TBM akan memakan waktu sekitar 45 hari dengan akan dioperasikan pada Maret 2019. TBM ini akan bekerja selama 24 jam tanpa henti.

"Optimalisasi pengeboran pada titik ini rata-rata sebesar 8-10 meter per hari sehingga diharapkan dapat mempercepat pekerjaan di titik ini,” ujar Chandra. (Rikhza Hasan)

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut