JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN, Erick Thohir mengganti empat direktur utama BUMN karya. Perombakan tersebut dilakukan dalam waktu yang berdekatan.
Empat dirut itu menakhodai masing-masing PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya (Persero).
Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga Sebut Semua Mesin Pertumbuhan Bergerak
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, perombakan secara bersamaan itu dilakukan karena jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tiap BUMN bersamaan. Salah satu agenda RUPST tersebut yaitu mengganti kepengurusan.
"Yang pasti kan sesuai jadwalny, memang BUMN Karya dalam RUPS itu harus bulan Juni 2020, apalagi dia yang Tbk, 45 hari sudah diberitahu ke publik bahwa mereka akan melakukan RUPS," ujar Arya di Jakarta, Sabtu (6/6/2020).
Erick Thohir Rombak Direksi Hutama Karya, Budi Harto Jadi Dirut
Dia mengatakan, perombakan tak ada kaitannya dengan politik atau kinerja. Kinerja empat BUMN karya tersebut dianggap tak buruk.
"Nggak ada faktor kinerja yang buruk, kalau lihat keuangannya kan oke-oke saja, bagus," ujar Arya.
Dia menyebut, perombakan dilakukan karena masa kepengurusan sudah lima tahun sehingga perlu ada penyegaran dan regenerasi.
"Pergantian ini lebih kepada refreshing saja, lalu regenerasi. Jadi perlu regenerasi, jadi perlu regenerasi baru di BUM Karya, dan kemudian juga sesuai dengan target-target ke depan," tuturnya.
Arya berharap, perombakan tersebut memberikan energi baru di tubuh BUMN sehingga program-program infrastruktur ke depan bisa berjalan dengan baik. Beberapa proyek tersebut di antaranya pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur dan proyek jalan tol.
Editor: Rahmat Fiansyah
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku