Cerita RS Saling Berebut Alkes di Tengah Pandemi Covid-19
JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN Erick Thohir menduga ada mafia yang memaksa Indonesia terus mengimpor alat kesehatan (alkes). Situasi tersebut semakin terlihat saat Indonesia dilanda pandemi virus corona (Covid-19).
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), Lia G Partakusuma mengatakan, rumah sakit (RS) merasa kesulitan memenuhi alkes karena permintaan melonjak akibat pandemi.
"Memang kami rasakan sejak dua bulan terakhir, tidak mudah mendapatkan jumlah (alkes) yang kita minta untuk kebutuhan rumah sakit. Contohnya yang paling repot masker N95, ini dibutuhkan untuk garda terdepan,” kata Lia, Minggu (19/4/2020).
Bahkan, kata Lia, antara RS kini bersaing mendapatkan alkes. Situasi tersebut dinilainya tak normal karena pengadaan alkes biasanya dilakukan di awal sesuai perencanaan.
Saat ini, kata dia, RS harus memastikan memiliki kas agar bisa membeli alkes. Jika tidak, maka persediaan alkes di RS tersebut terancam langka.
“Ada barang ini, siapa yang bisa bayar duluan? Langsung bayar dulu, seperti itu. Sekarang ini, dengan demikian rumah sakit harus menyiapkan uang cash,” ucap Lia.
Padahal, kata Lia, harga alkes saat ini melonjak tinggi. Oleh karena itu, dia mengapresiasi pihak-pihak yang membantu menyediakan alkes bagi RS, baik dari pemerintah maupun swasta.
“Kita rumah sakit berlomba-lomba setiap hari mikirin ‘sudah tinggal berapa nih persediaan?’ Kita gerilya kemana-mana. Itu dirasakan betul oleh rumah sakit. Jadi memang kami membutuhkan bantuan dari pemerintah,” tutur Lia.
Editor: Rahmat Fiansyah