Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Purbaya: Bukti Daya Beli Masyarakat Masih Kuat
Advertisement . Scroll to see content

Chatib Basri Sebut Indonesia Bukan Negara Miskin

Selasa, 22 Januari 2019 - 15:41:00 WIB
Chatib Basri Sebut Indonesia Bukan Negara Miskin
Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan pendapatan per kapita riil Indonesia hanya 1.300 dolar AS per tahun, sehingga bisa dikategorikan sebagai negara miskin. Namun, faktanya pendapatan per kapita Indonesia saat ini sekitar 4.000 dolar AS.

Pengamat ekonomi, Chatib Basri menegaskan, status negara miskin atau tidak ditentukan pendapatan per kapita. Dengan begitu, kata dia, seharusnya dengan ukuran yang jelas, status itu tidak perlu diperdebatkan lagi.

"Negara miskin atau tidak, enggak usah debat. Kalau pendapatan per kapita di bawah 995 dolar AS tergolong miskin (lower), 995-3.800 dolar AS lower middle, di atas 3.800 dolar AS upper middle. Indonesia hampir 4000 dolar AS jadi kita antara lower dengan upper middle," kata Chatib di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Selain itu, Menteri Keuangan periode 2013-2014 itu menyebut, kondisi ekonomi Indonesia cukup stabil. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi tetap bertahan di kisaran 5 persen.

"Negara lain struggle (berjuang) tumbuh di atas 3 persen, Indonesia tumbuh 5 persen, mereka ngiri, kok kita tetap bisa tumbuh 5 persen," ujarnya.

Chatib yakin ekonomi Indonesia akan lebih baik dengan situasi yang stabil. Yang jelas, kata dia, perubahan ke arah yang lebih baik bisa dilihat tidak dalam tahunan, tapi dalam rentang yang lebih panjang.

"Masa depan begitu cerah. Saya beberapa bulan lalu ketemu orang Malaysia, bilang Februari dateng ke sini mau nonton Phill Collins (musisi pop rock). 10 tahun lalu enggak mungkin, sekarang bisa," tuturnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut