Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pergerakan Penumpang Internasional di Bandara Lombok Naik 14 jelang MotoGP Indonesia 2024
Advertisement . Scroll to see content

China hingga Jerman Berebut Proyek Bandara Lombok

Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:50:00 WIB
China hingga Jerman Berebut Proyek Bandara Lombok
Ada 26 perusahaan yang tertarik mengembangkan salah Bandara Internasional Lombok dari China hingga Jerman. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok banyak peminat. Saat ini, ada 26 perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan salah satu bandara di Nusa Tenggara Barat itu.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan, 26 perusahaan nasional dan internasional itu mengikuti tahapan pemberian penjelasan (aanwijzing) seleksi mitra strategis. Proses ini merupakan kelanjutan dari peminatan dan prakualifikasi seleksi mitra strategis yang dibuka 10-29 September 2020.

"Kami mengapresiasi tingginya minat dari 26 calon mitra strategis yang berasal dari pengelola bandara terbaik di dunia dan perusahaan infrastruktur terbaik di Indonesia yang memiliki komitmen bersama-sama mengembangkan Bandara Internasional Lombok," ujarnya, Selasa (6/10/2020).

Perusahaan yang telah lolos prakualifikasi dan mengikuti tahapan proses aanwijzing yaitu Royal Schiphol, Incheon Airport, Changi Airport, GMR Airport, Malaysia Airport BHD, Munich Airport, Vinci Airport, Fraport, Egis International, dan Titan Global Group.

Lalu ada China Construction, Bechtel Enterprise, Scott Brownrigg, Lotte E&C, CU Phosco, Serco, Itochu Corporation, DAA International, AENA Internacional, AERTEC Solutions, ADP International, Toyota Tsusho, Mitsubishi, ASTRA Infra, Adhi Karya, dan Waskita Karya.

Faik mengatakan, AP I membuka seleksi mitra strategis pengembangan dan pengelolaan Bandara Lombok yang melingkupi penyediaan dan pengoperasian dengan skema D-B-F-O-T (design-build-finance-operate-transfer) dengan estimasi jangka waktu 30 tahun.

"Perkiraan nilai proyek ini sekitar Rp10,3 triliun dengan pengembalian investasi kerja sama dilaksanakan melalui mekanisme pembayaran oleh pengguna jasa dalam bentuk tarif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," ucap Faik.

Kerja sama ini merupakan upaya AP I untuk menjadikan Bandara Internasional Lombok menuju kelas dunia melalui peningkatan fasilitas dan kualitas layanan serta mengembangkan konsep airport city yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari bisnis nonaeronautika.

"Calon mitra nantinya juga diharapkan dapat ikut mempromosikan Lombok sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik yang dimiliki Indonesia kepada dunia sehingga mendukung peningkatan trafik pesawat udara dan wisatawan mancanegara di Tanah Air," ucap Faik.

Tahap selanjutnya setelah proses aanwijzing yaitu melakukan penyusunan dokumen kualifikasi oleh calon mitra (5-9 Oktober 2020), jawaban untuk pertanyaan klarifikasi (19 Oktober 2020), penyerahan dokumen klarifikasi (15 Desember 2020), klarifikasi dokumen kualifikasi yang dikirimkan (10-15 Januari 2021), evaluasi dokumen kualifikasi (16 Desember-28 Januari 2021), dan pengumuman hasil prakualifikasi (29 Januari 2021).

AP I saat ini sedang melakukan pengembangan Bandara Lombok. Pengembangan ini dilakukan untuk mendukung rencana penyelenggaraan MotoGP pada 2021 di Mandalika, Lombok, NTB.

Pengembangan dilakukan melalui perpanjangan landas pacu (runway) dari sebelumnya hanya 2.750 meter menjadi 3.330 meter dan perluasan terminal menjadi 40.000 meter persegi yang dapat menampung hingga 7 juta penumpang per tahun dari kapasitas sebelumnya 3,25 juta penumpang per tahun.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut