Cucu Usaha Terancam Gagal Bayar, Analis: Trakindo Harus Talangi Utang Sewatama
JAKARTA, iNews.id - Tiara Marga Trakindo Group dinilai harus bisa membayar utang cucu usahanya, yaitu PT Sumberdaya Sewatama yang terancam gagal bayar setiap utangnya. Pasalnya, kondisi Sumberdaya Sewatama tak memungkinkan untuk membayar seluruh utangnya.
"Sumberdaya Sewatama bisa meminta pinjaman ke Trakindo senilai jumlah utangnya. Digunakan untuk melunasi, baik itu obligasi, utang vendor ataupun utang lainnya yang penting utang kepada pihak lain beres," kata Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada dalam keterangannya, Senin (6/5/2019).
Reza memeaparkan selanjutnya Sewatama bisa membuat perjanjian hukum dengan Trakindo atas transaksi tersebut. "Balik lagi tergantung dari kebijakan di Trakindo sendiri, apakah dia mau membantu atau ya itu urusan lu beresinlah, ibaratnya seperti itu," kata Reza.
Dia melanjutkan secara hukum perjanjian utang terjadi antara Sumberdaya Sewatama dengan para investor pemegang obligasi, karena perusahaan tersebut yang menerbitkan obligasi. "Kalau missal Trakindo mau membantu Sumberdaya Sewatama ini bisa saja. Sewatama bisa mengajukan proposal pinjaman ke induk senilai jumlah utang mereka," ucapnya.
Transaksi pinjam-meminjam antarinduk dan anak usaha tersebut bisa diatur melalui termin pembayaran. Tenor pinjaman juga bisa diatur. Misalnya apabila dengan pihak lain tenornya lebih pendek, dengan perusahaan induk maka tenor bisa lebih panjang.
Tentunya, hal tersebut akan dipertimbangkan sesuai dengan kemampuan Sewatama melunasi kepada induk perusahaannya. "Utang juga bisa dikonversikan menjadi kepemilikan atau modal," kata Reza.
Selain mengonversikan utang menjadi saham, Sumberdaya juga bisa memiliki berbagai opsi lain, seperti menjual aset yang tidak produktif untuk pembayaran utang. "Sumberdaya Sewatama juga bisa punya berbagai macam opsi, misalkan ada aset yang kemungkinan bisa dilepas untuk menambah kas yang ada," ujarnya.
Seperti diketahui, cucu usaha Grup Trakindo, yaitu Sumberdaya Sewatama terancam gagal bayar obligasi. Menurunnya permintaan sewa genset dari pelanggan utamanya PT PLN (Persero) ditengarai memangkas pendapatan perseroan. Sebagai gambaran, pertumbuhan pendapatan perusahaan terus menurun selama tiga tahun terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini kondisi Sewatama kian memburuk. Hal ini bisa dilihat dari pengajuan proposal awal restrukturisasi dengan perpanjangan tenor utang pihak ketiga hingga 20 tahun dan bunga obligasi menjadi 0 persen.
Adapun, Sewatama adalah anak usaha dari PT ABM Investama Tbk yang menjadi bagian dari Grup Tiara Marga Trakindo.
Editor: Ranto Rajagukguk