Di Banyuwangi, INKA Bangun Pabrik Kereta Api Terbesar se-Indonesia

Antara ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 18:35 WIB
Di Banyuwangi, INKA Bangun Pabrik Kereta Api Terbesar se-Indonesia

ilustrasi. (Foto: Sindonews.com)

BANYUWANGI, iNews.id - PT INKA (Persero) akan membangun pabrik kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia di Kabupaten Banyuwangi. Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada 24 Januari 2019.

Direktur Teknologi dan Komersial PT INKA, Agung Sedaju memastikan seluruh persiapan teknis groundbreaking pabrik sudah selesai. Dalam pembangunan pabrik itu, PT INKA menggandeng perusahaan kereta api asal Swiss, Stadler Rail Group.

"Kami tinggal menyusun jadwal saja terkait kehadiran Ibu Menteri BUMN untuk memimpin peletakan batu pertama," kata Agung, Jumat (11/1/2019).

Agung mengatakan, INKA sudah terbiasa bekerja sama dengan sejumlah perusahaan luar negeri. Namun, kerja sama tersebut selama hanya sebatas hubungan sebagai pemasok dan vendor.

"Tidak ada yang mau transfer of knowledge. Hal ini berbeda dengan Stadler Rail yang mau membawa teknologi dan pasarnya ke Banyuwangi," ujarnya.

Dengan begitu, kata Agung, semua pesanan kereta, baik pesanan INKA maupun Stadler, diproduksi di Banyuwangi. INKA fokus di pasar Asia seperti Bangladesh, India, Filipina, di samping membidik pasar Afrika. sementara pasar Stadler untuk memenuhi pasar di kawasan Amerika dan Eropa.

Dia menyebut, pabrik ini akan memproduksi berbagai jenis kereta, seperti kereta Metro, LRV (Light Rail Vehicles), dan beberapa jenis lainnya. Tenaga kerja yang akan diserap dari pabrik ini sekitar 500-2.000 orang.

Agung menambahkan, pabrik ini akan dibangun dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama, konstruksi pabrik ditargetkan selesai akhir tahun ini.

"Awal 2020 isi mesin dan teknologi, pertengahan 2020 mulai produksi. Kami menargetkan bisa memproduksi empar kereta 'made in Banyuwangi' per hari untuk memenuhi pesanan ekspor," ujar dia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi keputusan BUMN perkeretaapian yang berpusat di Madiun tersebut untuk membangun pabrik di Banyuwangi. Pembangunan pabrik ini, kata dia, sebelumnya dijadwalkan pada akhir 2018.

"Tapi ternyata masih perlu penyesuaian jadwal karena akan dihadiri beberapa menteri. Semoga ini segera jalan agar menjadi stimulan baru bagi ekonomi Banyuwangi," ujar Bupati Anas.

Bupati Anas menambahkan Pemkab Banyuwangi berharap kehadiran INKA tidak hanya berimbas positif ke ekonomi, namun juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

"Kami sangat senang, karena INKA berjanji melibatkan politeknik dan SMK di Banyuwangi agar bisa menghasilkan SDM perkeretaapian yang unggul, yang bisa membanggakan sektor manufaktur Indonesia," ujar Bupati Anas.


Editor : Rahmat Fiansyah