Di Depan Pemred Media, Jokowi Kaget Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,17 Persen
JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjumpa dengan sejumlah pemimpin redaksi (pemred) media pada siang ini, Kamis (10/8). Dalam kesempatan itu, Direktur Pemberitaan MNC Group, Prabu Revolusi, berbagi informasi dan bahan diskusi yang dipaparkan Jokowi dalam pertemuan tersebut.
Menurut Prabu, Jokowi mengaku kaget atas raihan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di 5 persen. Bahkan, pertumbuhan itu dinilai sebagai angka yang fantastis.
"Perbincangan diawali dengan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2023 mencapai 5,17 persen, angka pertumbuhan yang fantastis," kata Prabu mengutip Jokowi dalam Podcast Konspirasi Prabu di Jakarta, Kamis (10/8/2023).
Tak cuma itu, Jokowi menyebut jika angka pertumbuhan ini di atas ekspektasinya sendiri. Apalagi, saat acara G20 kemarin hanya ada tiga negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi di 5 persen.
"Beliau juga mengatakan bahwa angka realisasi pertumbuhan ekonomi ini membuatnya kaget, karena prediksi di kisaran 4 persenan, hal ini membuat moodnya baik juga. Terlebih, di G20 hanya ada 3 negara yang mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen ada India, China, Indonesia," ucap Prabu.
Maka dari itu, Indonesia termasuk negara yang pertumbuhan ekonominya cukup positif. Sektor yang berkontribusi banyak adalah investasi dan konsumsi masyarakat.
"Itu mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Sempat diutarakan ini bukan tahun yang mudah, apalagi pertumbuhan ekonomi AS dan Eropa tidak mencapai angka se-fantastis Indonesia," ujar dia.
Sehingga bisa dikatakan ini angka 5,17 persen ini diluar target Jokowi dan pemerintah. Tak hanya itu, inflasi juga turun hingga di level 3 persen dan berdampak baik pada harga bahan pokok.
"Barang-barang dan bahan pokok turun. Ini pencapaian yang ingin diungkapkan ke publik, bahwa ada kebijakan yang on the track," ungkapnya.
Namun, Jokowi mencatat bahwa masih ada PR ke depan, khususnya terkait pemerataan ekonomi. Hal ini karena PDB RI masih 57 persen hanya terkonsentrasi di Jawa.
"Beliau menyampaikan, investasinya masuk ke Maluku, Sulawesi, beberapa daerah lain, tapi uangnya ditarik ke Jawa. Ini jadi PR pemerintah untuk memastikan agar perputaran ekonomi tidak Jawa sentris tapi juga di luar Jawa," tutur Prabu.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menekankan untuk bisa mencapai pemerataan itu, tentunya tidak bisa dari pusat saja dengan adanya otonomi daerah. Hal ini membutuhkan andil dari daerah agar investasi masuk, ekosistem dibangun agar perputaran ekonomi berjalan di daerah.
"Misal ada pabrik, gimana cara agar kateringnya dari daerah, UMKM dari daerah, pemasoknya dari daerah, itu butuh Pergub, Perda, bukan lagi ranah pusat," katanya.
Editor: Puti Aini Yasmin