Dikeluhkan soal Sistem IT, Bank Mandiri Bagikan E-Money dan Voucher Online
JAKARTA, iNews.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat ada 3.300 nasabah yang melaporkan keluhan terkait saldo yang berubah pada beberapa waktu lalu. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Mandiri memastikan sudah melakukan penanganan keluhan.
Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, ada 1,5 juta nasabah mengalami perubahan saldo. Dari jumlah tersebut sebanyak 3.300 di antaranya melaporkan keluhan.
"Pada Sabtu (20/7/2019) yang kena dampak sekitar 1,5 juta (nasabah). Dari komplain ada 3.300 (nasabah) komplain," kata dia di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Senin (29/7/2019).
Dia memastikan pada hari yang sama pihaknya sudah melakukan penanganan keluhan terhadap nasabah yang melaporkan perubahan saldo. Penanganan keluhan dilakukan dengan cara menjelaskan permasalahan yang terjadi, sekaligus memberikan kompensasi berupa uang elektronik (e-money) dan voucher belanja online.
Pemberian e-money dilakukan langsung oleh pegawai 2.700 kantor cabang Bank Mandiri. Sementara voucher belanja online dibagikan kepada nasabah yang tidak dapat bertemu langsung dengan pegawai bank.
"Sebagai ganti kekhawatiran nasabah kami beri e-money buat bina hubungan baik dengan nasabah. Beri voucher online untuk obat sakit hati nasabah," kata dia.
Hery mengatakan, lebih banyak nasabah yang menerima e-money daripada voucher belanja. Setiap e-money yang dibagikan sudah memiliki saldo Rp100.000 di dalamnya.
"Voucher elektronik enggak terlalu banyak, paling e-money ya," ucapnya.
Sebagai informasi, dua pekan lalu, nasabah Bank Mandiri dikejutkan dengan saldo rekening yang berubah secara drastis. Perubahan tersebut bukan hanya saldo nasabah yang berkurang, namun ada nasabah lain yang saldonya bertambah.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan, kondisi itu terjadi karena Bank Mandiri tengah melakukan pemeliharaan (maintenance) sistem teknologi informasi (IT). Pemeliharaan itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sistem.
"Dalam proses pemeliharaan dan peningkatan sistem IT tersebut, berdampak pada berubahnya nilai saldo sebagian nasabah," kata Rohan di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
Editor: Ranto Rajagukguk