Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Vonis Eks Ketua PN Jaksel Diperberat Jadi 14 Tahun terkait Kasus Suap CPO
Advertisement . Scroll to see content

Diminati Eropa Hingga China, Ekspor Minyak Sawit Melonjak 716.000 Ton per Juli 2021

Jumat, 10 September 2021 - 13:51:00 WIB
 Diminati Eropa Hingga China, Ekspor Minyak Sawit Melonjak 716.000 Ton per Juli 2021
Ilustrasi minyak sawit. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor minyak sawit bulan melonjak 716.000 ton menjadi 2,74 juta ton pada Juli 2021. Hal itu, dipicu meningkatkan permintaan dari sejumlah negara, antara lain Eropa dan China. 

Direktur Eksekutif Gapki, Mukti Sardjono, mengatakan nilai ekspor produk minyak sawit mencapai 2,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Juli 2021, naik 684,5 juta dolar AS dari Juni 2021.

"Kondisi ini didukung oleh kenaikan harga rata-rata CPO dari 1.054 dolar AS per ton pada Juni 2021, menjadi 1.124 dolar AS perton cif Rotterdam pada bulan Juli 2021," ujar Mukti Sardjono, dalam keterangan tertulis, Jumat (10/9/2021).

Dia menjelaskan, kenaikan ekspor terbesar pada olahan CPO sebesar 548.000 ton menjadi 2,11 juta ton, dan CPO yang naik 104.000 ton menjadi 151.000 ton.

Secara year on year (yoy) sampai dengan Juli 2021, volume ekspor 2021 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,6 persen lebih rendah dari tahun 2020. 

Namun ada Kenaikan volume ekspor terbesar terjadi untuk tujuan EU-27 yang naik menjadi 509,7 ribu ton (+139,2 ribu ton), India menjadi 231,2 ribu ton (+122,5 ribu ton), Pakistan menjadi 277,2 ribu ton (+119,4 ribu ton) dan China menjadi 522,2 ribu ton (+104,1 ribu ton).

Mukti mengungkapkan, konsumsi dalam negeri turun menjadi 1,44 juta ton atau 13,1% lebih rendah dari bulan Juni. Penurunan terbesar pada konsumsi untuk biodiesel menjadi 556.000 ton (-121.000 ton) dan untuk pangan menjadi 708.000 ton (-95.000 ton). 

Sedangkan untuk oleokimia hanya turun 2.000 ton menjadi 180.000 ton. "Secara yoy, konsumsi dalam negeri 2021 naik 6,9% lebih tinggi dari tahun 2020. 

Sementara produksi CPO bulan Juli mencapai 4,056 juta ton, turun 426.000 ton dari produksi bulan Juni yang disebabkan faktor musiman. Produksi PKO bulan Juli juga turun menjadi 385.000 ton dari 426.000 ton pada bulan Juni. 
Meskipun demikian, tren produksi selama tahun 2021 adalah naik dengan laju rata-rata 177.000 ton per bulan. Secara YoY, produksi CPO sampai bulan Juli lebih tinggi 4,6% dari tahun 2020. Stok akhir bulan Juli naik 49.000 ton menjadi sebesar 4,54 juta ton. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut