Ditantang Faisal Basri Debat soal Hilirisasi, Luhut: Dia Belum Pernah Lihat Tambang, Ngapain Saya Layanin?
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan enggan menanggapi ajakan debat yang disampaikan Ekonom senior Indef, Faisal Basri terkait program hilirisasi nikel di Indonesia. Luhut mengakui Faisal memang telah membicarakannya dengan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto.
Namun menurut Luhut, anak buahnya itu sudah cukup untuk meladeni tantangan Faisal Basri yang menilai program hilirisasi nikel di Indonesia sesat.
"Ya dah dia udah ngomong sama si Seto, cukup," ucap Luhut saat ditemui di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Rabu (7/2/2024).
Luhut mengaku enggan meladeni Faisal Basri lantaran pengamat ekonomi, aktivis dan politikus tersebut belum pernah melihat tambang.
Ekonomi RI Tumbuh 5,05 Persen, Airlangga Singgung Berkat Hilirisasi Pertambangan
"Dia belum pernah lihat tambang, ngapain saya layanin ngomong orang seperti itu?," kata dia.
Sebelumnya, Ekonom senior Indef Faisal Basri mengkritik program hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Sebab menurutnya, program hilirisasi tersebut memiliki konsep yang sesat.
Dia pun menyayangkan tidak adanya calon presiden (capres) yang menyebutkan bahwa hilirisasi itu sebagai konsep yang sesat dalam debat kelima Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang digelar, Minggu (4/2/2024).
"Hilirisasi itu konsep yang sesat. Nggak ada yang bilang sesat itu, nggak ada (di debat pilpres). Konsep yang sangat sesat itu," ucap Faisal dalam diskusi publik Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bertema "Tanggapan atas Debat Kelima Pilpres" di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (5/2/2024) lalu.
Faisal pun menantang Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan untuk berdebat demi bisa membuktikan bahwa program hilirisasi itu memiliki konsep yang sesat. Faisal bahkan mengaku akan mengajak Co-Captain Timnas AMIN Thomas Trikasih Lembong dalam debat tersebut.
"Saya bisa debat deh dengan Luhut secara terbuka gitu. Anda organisir aja. Saya sama Tom Lembong deh berdua, lawan Luhut Pandjaitan dengan Seto (Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves)," katanya.
"Semua bisa selesai menunjukkan betapa sesatnya hilirisasi ini. Jadi cuma giik-gimik aja lah. Itu yangs aya sedih tidak dibicarakan yang namanya industrial policy, yang penting hilirisasi," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama