Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN, Transaksi Sukuk Negara Kini Makin Mudah
Advertisement . Scroll to see content

Dorong Perusahaan Masuk Pasar Modal, Kemenperin dan Apindo Beri Saran Ini ke BEI

Senin, 06 November 2017 - 19:15:00 WIB
Dorong Perusahaan Masuk Pasar Modal, Kemenperin dan Apindo Beri Saran Ini ke BEI
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: iNews.id/Isna)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta otoritas bursa mendorong perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri kimia dan elektronik bisa masuk ke pasar modal untuk mencari alternatif pendanaan. Karena itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) diminta melakukan sosialisasi kepada kalangan industri sehingga perusahaan lokal yang melantai di bursa semakin banyak.

Menurut dia, ekonomi dunia di tahun depan akan ada perbaikan, ditambah adanya potensi dari manufaktur yang sangat besar sehingga sektor-sektor yang tingkat pertumbuhannya tinggi seperti kimia dan elektronik bisa disasar oleh pasar modal.

"Nah sekarang kita cari potensi yang market cap-nya besar sehingga bisa menjadi penghela baru pasar modal. Sekarang ini market cap yang paling besar masih Telkom dan perbankan, jadi masih tenaga yang itu-itu juga dan tentu harus ditambah yang lain," tuturnya, di Jakarta (6/11/2017).

Sementara, Ketua Umum Asosasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyanto Sukamdani melihat adanya keengganan perusahaan-perusahaan untuk menjadi go public dikarenakan tidak ingin informasi perusahaannya dibaca oleh orang luar. "Tapi sekarang ini dari adanya tax amnesty sebetulnya keterbukaan itu sudah mulai ada walaupun yang bisa mengakses hanya negara atau pemerintah," katanya.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa sekarang adalah momentum yang tepat untuk perusahaan-perusahaan yang masih tertutup untuk menjadi perusahaan terbuka. Pasar modal hanya perlu meyakinkan para pihak ini untuk  menjadi perusahaan publik.

"Nah sekarang tinggal meyakinkan para pihak ini untuk mau tertarik menjadi perusahaan publik, itu yang menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan yang kedua menurut Hariyanto adalah masalah inklusi keungan di mana pada saat perusahaan-perusahaan itu ingin masuk apakah mendapatkan keuntungan dari segi biaya. "Perusahaan ini mereka menghitung ulang daripada dia kehilangan sekian persen sahamnya, misalnya kalau dia melakukan right issue, dia bisa cari dari perbankan," kata dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut