Dunia Virtual Online Tetapkan Harga IPO Rp131 per Saham
JAKARTA, iNews.id - PT Dunia Virtual Online Tbk telah menetapkan harga penawaran umum atau offering sebesar Rp131 per saham. Periode offering perseroan akan berlangsung hingga 27 Maret 2024 mendatang.
Perseroan menawarkan 510 juta saham atau 20,08 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Sehingga, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp66,81 miliar.
Perihal penggunaan dana, sebesar 64,17 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal. Secara rinci, sekitar 50,00 persen akan digunakan sebagai belanja modal untuk fitting out Data Hall 2 dan Data Hall 3 di AREA31 Cimanggis.
Adapun, fitting out yang dimaksud adalah untuk melakukan instalasi infrastruktur penunjang, baik peralatan maupun perangkat di Data Hall 2 dan Data Hall 3 yang masih kosong agar dapat beroperasi dan melayani jasa colocation.
Kemudian, sekitar 25,00 persen akan digunakan sebagai belanja modal untuk penambahan kapasitas kelistrikan Data Hall 2 dan Data Hall 3 di AREA31 Cimanggis. Serta sekitar 25,00 persen lainnya akan digunakan sebagai belanja modal untuk penambahan kapasitas pendinginan Data Hall 2 dan Data Hall 3 di AREA31 Cimanggis.
Sementara itu, sebesar 35,83 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan secara umum.
Dengan rincian, sekitar 50,24 persen akan digunakan sebagai modal kerja untuk perawatan peralatan MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing), dan 49,76 persen lainnya akan digunakan sebagai modal kerja untuk perawatan gedung.
Dunia Virtual Online dijadwalkan melantai di BEI pada 1 April 2024 mendatang dengan kode AREA. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.
Editor: Aditya Pratama