Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nvidia Pilih Investasi di Malaysia Dibanding RI, Ini Respons BKPM
Advertisement . Scroll to see content

Eks PM Inggris Tony Blair Temui Jokowi, Bahas Investasi Energi Terbarukan hingga Percepat Digitalisasi

Kamis, 18 April 2024 - 14:58:00 WIB
Eks PM Inggris Tony Blair Temui Jokowi, Bahas Investasi Energi Terbarukan hingga Percepat Digitalisasi
Eks PM Inggris Tony Blair temui Jokowi di Istana bahas investasi hingga digitalisasi (Foto: Raka Dwi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Eks Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta pada hari ini Kamis (18/4/2024). Dalam pertemuan itu, Jokowi turut ditemani Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menpan RB Azwar Anas.

"Hari ini saya temani Menteri PAN RB untuk mendampingi Pak Presiden dalam menerima tamu kita Pak Tony Blair. Tadi terjadi diskusi antara Pak Jokowi dan Tony Blair yang kemudian dikerucutkan jadi dua hal penting," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Bahlil hal yang dibahas dalam pertemuan itu adalah investasi energi baru terbarukan, carbon storage dan beberapa alur logistik yang baik khususnya di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

"Akan ada rencana pembangunan Uni Emirat Arab berupa solar panel di sana, detailnya kami lagi susun," kata Bahlil.

"Tadi kita juga berbicara tadi tentang bagaimana karbon storage yang diputuskan 70-30, 70 dalam negeri sisanya luar negeri. Ini diformulasikan agar supaya menjadi sumber pendapatan negara baru, dan kita bisa kelola untuk berikan insentif bagi industri yang masuk ke Indonesia," tutur dia.

Di kesempatan yang sama,  Azwar Anas mengatakan bahwa terkait digitalisasi birokrasi Indonesia, dirinya diperintah Presiden Jokowi untuk berkoordinasi dengan Tony Blair. Hal ini demi melipatgandakan pencapaian negara.

"Begitu kami diminta oleh bapak presiden mengkoordinasi transformasi digital Pak Tony Blair ke kantor pak Menteri PAN RB, beliau meyakinkan tidak ada cara yang lebih cepat untuk melipat gandakan pencapaian negara dan birokrasi yang efisien kecuali program digitalisasi. Ini terus berjalan," tutur Anas.

Anas mengungkapkan bahwa Tony Blair Institute (TBI) juga meminta dalam waktu dekat segera launching INA Digital. INA digital sendiri merupakan nama Government Technology (GovTech) Indonesia yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo. 

Dengan launchingnya INA Digital, semua aplikasi akan menjadi satu dan memudahkan masyarakat. 

"Tadi tim TBI minta kalau bisa dalam waktu dekat untuk segera me-launching INA digital sebagai gov tech indonesia untuk segara membantu proses pengintegrasikan dari berbagai sistem layanan," kata Anas.

"Nah sekarang ini begitu banyak aplikasi ada 27.000 aplikasi. Setiap inovasi selama ini membuat aplikasi sehingga bukan mempermudah rakyat untuk mendapatkan layanan tapi mempersulit rakyat untuk download satu-satu. Sekarang kita bekerja keras marathon. Setidaknya untuk 9 kementerian lembaga, salah satunya pendidikan, kesehatan, kemendagri, termasuk kepolisian," ucap dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut