Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Resmi Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031, Bersaing dengan Australia dan Korsel
Advertisement . Scroll to see content

Erick Thohir Buka-Bukaan soal Mafia Subsidi Listrik PLN, Begini Penjelasannya

Kamis, 20 Januari 2022 - 11:32:00 WIB
Erick Thohir Buka-Bukaan soal Mafia Subsidi Listrik PLN, Begini Penjelasannya
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut ada mafia listrik dalam program subsidi listrik yang digelontorkan pemerintah melalui PLN melalui data yang tidak valid. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut ada mafia listrik dalam program subsidi listrik yang digelontorkan pemerintah melalui PT PLN (Persero). Pasalnya, terdapat data penerima subsidi yang selama ini masih abu-abu atau tidak valid.

Erick mengatakan, data penerima subsidi yang tidak valid justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk meraup keuntungan pribadi. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pemetaan ulang untuk mengidentifikasi data riil masyarakat yang menerima subsidi listrik. 

"Memang tujuannya ke sana (subsidi), dan karena itu dengan digitalisasi akan membuka grey area atau keabu-abuan yang selama ini justru dimanfaatkan oleh banyak pihak, mafia-mafia yang lihat ini justru menjadi opportunity atau kesempatan untuk bagaimana menjadi istilahnya pengambilan keuntungan sepihak," ujar Erick dikutip, Kamis (20/1/2022). 

Erick menegaskan, Kementerian BUMN akan mendukung subsidi langsug ke masyarakat. Dukungan itu sama halnya diusulkan anggota legislatif atau DPR RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hanya saja, Erick menekankan terkait kepastian data penerima subsidi secara riil menggambarkan kelompok masyarakat yang harus dan tidak dalam menerim bantuan tersebut. 

"Saya rasa kami di BUMN malah sangat mendukung itu, dan tentu harus dipastikan memang bahwa masyarakat kaya, masyarakat mampu ya tidak perlu disubsidi, yang perlu disubsidi ya memang yang perlu disubsidi," kata dia.

Erick juga memastikan transformasi bisnis PLN memberi kemanfaatan pelayanan listrik di masyarakat, salah satunya subsidi listrik. Langkah konkrit transformasi PLN dilakukan melalui pembentukan holding dan subholding Perseroan.

Hanya saja, dia mengingatkan bahwa masih terjadi defisit APBN akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah masih membutuhkan anggaran lebih untuk menangani dampak krisis kesehatan tersebut. 

"Ingat, karena Covid ini defisit anggaran sangat besar, artinya pemerintah harus dapatkan pendanaan lebih besar tidak hanya dari pajak, tentu subsidi ini harus lebih efisien dan tepat sasaran," ucap Erick. 

Saat ini Erick terus mendorong PLN agar bisa memberikan subsidi langsung kepada masyarakat tanpa harus melibatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN. Menurutnya, pemberian subsidi listrik ke masyarakat satu keharusan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut