Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : John Herdman Beri Pesan Khusus untuk Suporter Timnas Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Erick Thohir Klaim Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Murah

Rabu, 19 Oktober 2022 - 13:55:00 WIB
Erick Thohir Klaim Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Murah
Menteri BUMN Erick Thohir menilai pembengkakan anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih lebih murah dibandingkan dengan pembangunan saat ini. (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggaran proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bakal ditambal dari pinjaman (loan) atau utang di perbankan. Pinjaman tersebut dialokasikan untuk menambal 75 persen dari total cost overrun atau pembengkakan anggaran mega proyek tersebut.

Seperti diketahui, pembengkakan anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai 1,176 miliar dolar AS atau setara Rp16,8 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir menilai pembengkakan tersebut masih lebih murah dibandingkan dengan pembangunan saat ini, di mana estimasi biaya baja dan komoditas lain yang mengalami kenaikan harga. 

"Cost structure itu bahwa pemerintah dari China dan Indonesia bersama-sama memenuhi cost structure, tetapi cost overrun itu kalo dihitung total masih lebih murah kalau dibangun hari ini, karena harga baja naiknya luar biasa, dan juga yang lain-lainnya juga naik," ujar Erick saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (19/10/2020). 

Menurut data sementara Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung membengkak hingga 1,176 miliar dolar AS. 25 persen dari total cost overrun ditutupi oleh konsorsium Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga sebelumnya memastikan bahwa PSBI akan menambal pembengkakan biaya sebesar Rp4 triliun, sedangkan China Railway International senilai Rp3 triliun. Sementara, 75 persen sisanya berasal dari pinjaman atau utang.

Hanya saja, persentase pinjaman yang dibutuhkan untuk menambal pembengkakan biaya mega proyek tersebut belum diketahui. Artinya, pinjaman akan disesuaikan dengan total cost overrun yang masih dalam tahap audit BPKP. 

Arya menyebut, saat ini BPKP masih melakukan review atau tinjauan atas cost overrun yang dimaksud.

"Rp4 triliun di konsorsium BUMN Indonesia Rp3 triliun BUMN China. Sisanya loan (pinjaman) dari KCJB. nunggu masih dari BPKP," ucap Arya. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut