Erick Thohir: Pertamina akan Relokasi Depo BBM Plumpang dan Bentuk Zona Aman untuk Masyarakat
JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan PT Pertamina (Persero) akan merelokasi Depo BBM Plumpang atau Depo Pertamina Plumpang pascainsiden kebakaran pada 3 Maret 2023. Selain itu, akan dibentuk Buffer Zone atau zona aman bagi permukiman masyarakat di sekitar Depo Pertamina Plumpang.
Rencana tersebut, lanjutnya, merupakan opsi tindakan lebih lanjut yang dibahas dalam pertemuan khusus Menteri BUN dengan manajemen PT pertemina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga, pada Senin (6/3/2023).
Menurut dia, opsi pemindahan Depo BBM Plumpang atau Depo Pertamina Plumpang sekaligus menetapkan zona aman untuk permukiman masyarakat merupakan upaya untuk mencegah terjadinya korban jiwa seperti pada insiden kebakaran pada 3 Februari 2023.
Rencana tersebut diharapkan akan menjadi percontohan bagi fasilitas vital nasional, termasuk TBBM lain, dan kilang-kilang Pertamina di tempat lain.
Selidiki Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Bareskrim Periksa 14 Saksi
"Ini akan menjadi proyek percontohan pertama, sebelum kita terapkan di kilang-kilang lain, bahkan termasuk juga pabrik pupuk dan smelter," ujar Erick.
Seperti diketahui bahwa akibat insiden yang terjadi di TBBM Plumpang pada 4 Maret 2023 tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa dan luka. Bahkan banyak rumah warga di dua RW di sekitar lokasi Depo Pertamina Plumpang pun hangus terbakar.
204 Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Masih Mengungsi di 2 Lokasi
Pada kesempatan tersebut, Menteri BUMN menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina (Persero) dan juga PT Pertamina Patra Niaga yang bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda kawasan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang.
Gerak cepat tersebut penting demi menekan dampak yang lebih parah lagi, termasuk dalam menangani korban dan para pengungsi.
Demikian disampaikan Erick saat memimpin rapat khusus tindak lanjut penanganan pasca insiden kebakaran di TBBM Plumpang yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (6/3/2023).
"Upaya tanggap darurat dalam menangani para pengungsi, mencari korban, dan merawat para korban luka menjadi krusial dalam setiap bencana. Saya apresiasi semua pihak yang telah membantu Pertamina dalam melewati masa - masa pasca insiden tersebut," ujar Erick.
Editor: Jeanny Aipassa