Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dirut Garuda Buka Suara soal Viral Kabar Awak Kabin Patah Tulang usai Pesawat Turbulensi
Advertisement . Scroll to see content

Fakta-fakta Proposal Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia, Nomor 1 Jadi Penentu

Selasa, 23 November 2021 - 11:24:00 WIB
Fakta-fakta Proposal Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia, Nomor 1 Jadi Penentu
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyampaikan skema proposal restrukturisasi utang kepada lessor dan kreditur. Adapun total utang perusahaan mencapai 9,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp139 triliun.

Meskipun telah menyampaikan skema proposal, proses restrukturisasi BUMN penerbangan itu, masih sangat panjang, karena sangat bergantung pada keputusan pihak penyewa pesawat (lessor). 

Berikut fakta-fakta Garuda Indonesia serahkan proposal restrukturisasi utang yang dirangkum MNC Portal di Jakarta, Selasa (23/11/2021).

1. Penyerahan Proposal Jadi Penentu

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut, penyerahan proposal menjadi langkah awal dari keseluruhan proses restrukturisasi utang perseroan. 

Dengan demikian, proposal yang telah diserahkan Garuda Indonesia jadi penentu untuk upaya menangani permasalahan keuangan perusahaan. Proposal tersebut juga menyertakan skema restrukturisasi yang ditawarkan manajemen Garuda Indonesia kepada pihak lessor.

“Proposal ini menguraikan rencana jangka panjang bisnis Garuda serta sejumlah penawaran dalam pengelolaan kewajiban bisnis kami dengan para lessor, kreditur, dan para pemasok utama," ujar Irfan.

2. Lessor dan Kreditur Akan Meninjau Ulang

Setelah menerima proposal restrukturisasi utang Garuda Indonesia, lessor dan kreditur akan meninjau ulang isi proposal yang ditawarkan manajemen emiten dengan kode saham GIAA itu. Ada dua kemungkinan proposal diterima atau ditolak lessor dan kreditur.

3. Skema Proposal Restrukturisasi Utang Disampaikan Melalui Kanal Data Digital

Manajemen Garuda Indonesia menyatakan skema proposal restrukturisasi utang akan disampaikan melalui kanal data digital yang dapat diakses secara real time oleh seluruh lessor, kreditur, maupun pihak terkait lainnya. 

Setiap informasi di kanal tersebut mengacu pada ketentuan non-disclosure agreement yang telah disepakati seluruh pihak. Kanal tersebut akan mempermudah kreditur dan lessor untuk meninjau dokumen serta memberi tanggapan balik.

"Karena ini merupakan bagian dari komitmen Garuda yang menegakkan prinsip-prinsip transparansi dan fairness/kejujuran serta menciptakan komunikasi konstruktif dengan semua kreditur,” kata Irfan.

4. Proposal Diselaraskan dengan PKPU

Dirut Garuda menyatakan, proposal restrukturisasi utang diselaraskan dengan momentum pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta oleh salah satu mitra bisnis Garuda.

Garuda juga telah berkoordinasi dengan tim restrukturisasi serta para advisors untuk terus melakukan koordinasi intensif bersama pihak lessor dan kreditur dalam menjawab dan mempelajari setiap feedback yang disampaikan kepada perusahaan atas skema proposal. Selanjutnya, segera dilakukan tindak kanjut negosiasi agar dapat memperoleh kesepakatan terbaik.

“Dukungan lessor dan kreditur tentunya memiliki makna penting bagi kami dalam mendukung upaya transformasi mindset bisnis yang lebih adaptif dan resilient dalam menjawab tantangan industri di masa depan,” ungkap Irfan.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut