Fresh Graduate Merapat! Ada Program yang Bantu Kamu Siap Masuk Dunia Industri
JAKARTA, iNews.id - Lulus kuliah belum tentu membuat seseorang langsung siap menghadapi dunia kerja. Fresh graduate dituntut memiliki lebih dari sekadar ijazah dan kemampuan akademis karena lingkungan profesional juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, berpikir kritis, hingga beradaptasi dengan perubahan.
Kebutuhan terhadap kemampuan tersebut membuat pengalaman sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja menjadi penting. Salah satunya bisa diperoleh melalui program graduate development yang memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk mengenal lingkungan industri sekaligus mengembangkan kompetensi.
Salah satu program yang menawarkan kesempatan tersebut adalah Chandra Asri ASPIRE Graduate Development Program 2026. Program ini terbuka bagi fresh graduate, mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan pada 2026, serta kandidat yang memiliki pengalaman kerja maksimal dua tahun. Pendaftarannya telah dibuka sejak 6 Juli 2026.
Bukan hanya pembelajaran di ruang kelas, peserta yang terpilih nantinya akan mendapatkan pengalaman lintas fungsi. Area yang dikenalkan mencakup manajemen bisnis, operasional, hingga engineering.
Pengalaman lintas fungsi tersebut memungkinkan peserta melihat bagaimana berbagai bagian dalam sebuah perusahaan saling berkaitan. Bagi lulusan baru, hal ini dapat menjadi kesempatan untuk memahami dunia kerja dari perspektif yang lebih luas sebelum nantinya mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Menariknya, proses menuju program tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan akademis.
Kandidat yang telah lolos ke tahap berikutnya mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) di sejumlah kota, termasuk di Universitas Indonesia (UI) pada 8 September 2026.
Dalam tahapan ini, kandidat dihadapkan pada situasi diskusi bersama peserta lain. Mereka harus mampu menyampaikan pendapat, mendengarkan gagasan orang lain, membangun kerja sama, sekaligus merespons persoalan yang muncul selama diskusi.
Format tersebut membuat kemampuan yang diuji tidak berhenti pada seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki kandidat.
Kemampuan berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi menjadi bagian yang terlihat dalam proses tersebut.
Keterampilan semacam ini semakin relevan ketika seseorang memasuki dunia profesional. Di tempat kerja, seseorang tidak selalu bekerja sendiri atau menghadapi persoalan yang jawabannya sudah tersedia.
Gambaran mengenai dunia kerja juga diberikan melalui rangkaian roadshow ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Di UI, kegiatan pada 8 September 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan kandidat untuk berinteraksi dengan profesional, sekaligus mengenal lebih dekat lingkungan kerja dan perkembangan bisnis.
Bagi mahasiswa tingkat akhir maupun lulusan baru, pertemuan seperti ini dapat menjadi jembatan untuk memahami perbedaan antara dunia akademis dan lingkungan profesional.
Sebab, tantangan setelah lulus tidak berhenti ketika seseorang mendapatkan pekerjaan. Mereka juga harus mampu beradaptasi dengan ritme kerja, berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan terus mempelajari hal baru.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, mengatakan talenta muda membutuhkan kompetensi sekaligus kemampuan untuk terus berkembang.
"Kami percaya bahwa talenta muda dengan kompetensi, agility, dan semangat untuk terus berkembang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan memberikan kontribusi positif bagi industri," ujar Suryandi dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
Program pengembangan seperti ini pada akhirnya tidak hanya menjadi pintu masuk menuju pekerjaan pertama. Bagi fresh graduate, pengalaman belajar lintas fungsi dan menghadapi proses seleksi yang menguji kemampuan nonteknis dapat menjadi bekal untuk memahami tuntutan dunia profesional sejak awal.
Editor: Muhammad Sukardi