Gabungkan BUMN Penerbangan dengan Pariwisata, Erick Thohir: Ini Bukan Monopoli

Aditya Pratama · Minggu, 16 Agustus 2020 - 18:40:00 WIB
Gabungkan BUMN Penerbangan dengan Pariwisata, Erick Thohir: Ini Bukan Monopoli
Penggabungan perusahaan BUMN sektor penerbangan dengan pariwisata dibuat untuk memudahkan service apalagi nanti didukung teknologi. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mencanangkan penggabungan perusahaan pelat merah sektor penerbangan dengan pariwisata. Pemerintah menyatakan ini bukan monopoli, tapi bagaimana memudahkan service apalagi nanti didukung teknologi.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 memaksa adanya sebuah perubahan pada BUMN. Dia menyebut, dalam transformasi yang dilakukan pihaknya memperbaiki model bisnis BUMN akan menjadi salah satu fokus utama. Salah satunya menggabungkan suatu perusahaan pelat merah dengan sektor pendukung.

"Ini kita coba lakukan value chain, supply chain. Contoh kemarin saja misalnya dalam klaster yang sudah disetujui Bapak Presiden kita menggabungkan daripada industri turis dan pendukungnya. Di mana Angkasa Pura I dan II, Garuda, Citilink, Hotel Indonesia dengan kawasan wisata seperti Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur bahkan Sarinah," ujar Erick dalam diskusi virtual, Minggu (16/8/2020).

Dia menambahkan, dengan penggabungan BUMN penerbangan, dengan maskapai dan tempat wisata menjadi satu payung adalah cara pemerintah dalam meningkatkan kemampuan bersaing dengan negara-negara tetangga, seperti Thailand.

"Bukan kita mau memonopoli. Tetapi bagaimana memudahkan service-nya, apalagi nanti didukung teknologi. Karena itu dengan sistem yang tadi kita coba gabungkan akan ada nilai kompetitif yang lebih baik untuk bangsa kita bersaing dengan Thailand, Singapura, Malaysia dan lain lain," katanya.

Pendiri grup bisnis Mahaka Group tersebut menuturkan, saat ini pemerintah juga berupaya membangun infrastruktur untuk menarik turis datang ke Indonesia. Salah satunya, pembangunan yang dilakukan di Tanjung Benoa, Bali, untuk mengembangkan pariwisata maritim.

"Seperti kemarin Labuan Benoa, karena kenapa? Bali sudah terkenal dengan turis daratnya, tapi bagaimana dengan maritimnya? siapa tahu bisa menyambung dari Bali melalui Benoa bisa ke Labuan Bajo, Raja Ampat, bahkan ke Manado. Ini kita coba memanfaatkan itu," ujarnya.


Editor : Dani Dahwilani