Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga BBM Pertamina 10 Januari 2026 Terbaru di Akhir Pekan, Ada yang Turun?
Advertisement . Scroll to see content

Gandeng ENI, Pertamina Kembangkan Kilang Ramah Lingkungan

Sabtu, 22 September 2018 - 17:07:00 WIB
Gandeng ENI, Pertamina Kembangkan Kilang Ramah Lingkungan
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

VENESIA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) dan ENI menandatangani nota kesepahaman kerja sama terintegrasi di antaranya di sektor hilir yaitu potensi pengembangan kilang ramah lingkungan dan peluang bisnis perdagangan, baik migas maupun produk lainnya.

Penandatangan dilakukan oleh Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina dan Giuseppe Ricci sebagai Chief Refining and Marketing Officer Eni, dan disaksikan oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno, di Porto Marghera, Venesia, Jumat (21/9/2018).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan bahan bakar ramah lingkungan sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam dalam negeri untuk menciptakan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.

Pertamina menggandeng ENI karena keberhasilannya dalam melakukan konversi kilang konvensional menjadi bio-refinery di Porto Maghera pada tahun 2014, serta menjadi pelopor konversi kilang pertama di dunia.

“Kami akan menjajaki potensi konversi serupa untuk pengembangan kilang di Dumai dan Plaju, mengingat kilang tersebut berdekatan dengan sumber bahan baku green-fuel, yaitu kelapa sawit. Dalam hal ini juga, sebagai bentuk sinergi BUMN, Pertamina akan menjalin kerja sama dengan PTPN,” ujar Nicke.

Selain itu, Nicke menilai, kerja sama dengan ENI dalam pengembangan kilang ramah lingkungan ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina dalam menjalankan program penyaluran B20 dari pemerintah.

“Selain menjajaki kerjasama pengembangan kilang dengan Eni, kami juga akan menjajaki kerjasama dengan PTPN untuk suplai kelapa sawit sebagai bahan baku green-fuel, agar bahan bakar yang dijual tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nicke.

Sebagaimana diketahui, ENI beroperasi di Indonesia sejak tahun 2001 dengan melakukan eksplorasi dan produksi di lapangan Jangkrik yang telah beroperasi mulai 2017 dengan kepemilikan di blok Muara Bakau sebesar 55 persen.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut