Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Serukan Elite Bersatu Berantas Kemiskinan: Selamatkan dan Jaga Kekayaan Alam Kita untuk Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Ganjarian Spartan Sebut Program Sosial Dorong Masyarakat Keluar dari Jurang Kemiskinan

Minggu, 07 Januari 2024 - 21:30:00 WIB
Ganjarian Spartan Sebut Program Sosial Dorong Masyarakat Keluar dari Jurang Kemiskinan
Ganjarian Spartan menyebut, penyelenggaraan program sosial dengan tetap menjaga marwah masyarakat agar bisa keluar dari jurang kemiskinan. (Foto: Anggie Ariesta/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Komando Teritori Ganjarian Spartan DKI Jakarta Anggiat Tobing menyebut bahwa kegiatan tebus murah yang dilaksanakan di Jalan H Baping, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (7/1/2024), sangat membantu masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Menurutnya, kegiatan ini merupakan program sosial dengan tetap menjaga marwah masyarakat agar bisa keluar dari jurang kemiskinan

"Kami juga mensosialisasikan program-program dari Ganjar-Mahfud kepada masyarakat. Program yang menurut kami sangat rasional dan bisa dengan segera untuk dijalankan,” ujar Anggiat.

Anggiat menambahkan, kegiatan ini dilakukan oleh Konco Rambut Putih (Krapu), Ganjarian Spartan dan beberapa organisasi relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD secara serentak di 10 titik wilayah DKI Jakarta.

“Dengan uang sebesar Rp5.000, masyarakat akan mendapat 2,5 kg beras premium dan 1 liter minyak goreng bermerek,” tuturnya.

Menurutnya, beras dan minyak gorengnya bukan kualitas curah. Kualitasnya sangat baik, sangat aman dikonsumsi. 

“Ini adalah gerakan solidaritas, gerakan menjaga tetangga sebagaimana yang pak Ganjar lakukan dengan program 'jogo tonggo' saat beliau masih mempimpin Jawa Tengah,” ucap Anggiat.

Lebih lanjut, Anggiat mengatakan bahwa pihaknya sering mendengar bahwa Pemilu merupakan pesta demokrasi bagi rakyat. Kemudian yang namanya pesta, seharusnya seluruh pihak menjalani dengan riang gembira dan tetap menjaga marwah masyarakat.

“Jika semua program dirancang gratis, gratis dan gratis bukan saja kita tanya uangnya dari mana, tapi satu sisi itu menjerumuskan masyarakat sendiri. Masyarakat menjadi malas dan sangat bergantung dari sipemberi. Padahal uangnya bersumber dari keringat dan pembayaran pajak rakyat. Jangan berbohong dan mengumpat dengan kata gratis,” katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut