Garuda Indonesia Negosiasi Lessor, Harga Sewa Pesawat Turun Signifikan
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil menekan harga sewa pesawat PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Hal itu setelah pemegang saham melakukan negosiasi yang panjang dengan lessor atau perusahaan penyewa pesawat.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko mengatakan, keberhasilan negosiasi ditandai dengan kesepakatan lessor atas proposal reatrukturisasi yang diajukan sebelumnya. Kini maskapai penerbangan pelat merah itu telah mendapatkan homologasi atau kesepakatan damai dari mayoritas kreditur.
Dari hasil negosiasi, Tiko menjelaskan, harga sewa pesawat Garuda Indonesia turun signifikan. Misalnya pesawat berbadan lebar (wide body) A330-300 turun 65 persen dari 1,1 juta dolar AS menjadi 388.0000 dolar AS.
"Ini contoh-contohnya yang cukup ekstrem di pesawat wide body yang khususnya penerbangan jarak jauh atau luar negeri. Contoh A330-300 lease rate turun dari 1,1 juta dolar AS jadi 388.000 dolar AS," kata Tiko, Selasa (28/6/2022).
Kementerian BUMN Bidik 2 Jenis Investor Baru untuk Garuda Indonesia
Sementara pesawat wide body A330-200 turun dari 882.0000 dolar AS menjadi 265.0000 dolar AS. Tak hanya itu, Boeing B777-300 juga turun 69 persen dari 1,57 juta dolar AS menjadi 484.0000 dolar AS.
"Boeing 777 kemarin dipakai Pak Jokowi ini yang paling mahal lease rate-nya 1,57 juta dolar AS turun jadi 484.0000 dolar AS atau turun 69 persen," ujarnya.
Bos Garuda Indonesia Pastikan Skema Sewa Pesawat Berubah, Jadi Bagaimana?
Tiko menuturkan, keberhasilan menurunkan harga sewa pesawat ini menjadi prestasi baik bagi Kementerian BUMN dan Garuda Indonesia. Pasalnya, biaya sewa pesawat Garuda sesuai dengan harga sewa maskapai penerbangan global lain.
"Kita tidak hanya memotong utang, tapi turunkan biaya lease rate sehingga bisa setinggi rata-rata lease rate dari airline-airline lain di dunia," ucapnya.
Garuda Indonesia dan lessor pun telah menyepakati skema pengadaan pesawat, berupa power by the hour (PBH). Skema ini mengharuskan biaya sewa hanya akan dibayarkan jika pesawat akan dioperasionalkan.
Di lain sisi, Garuda Indonesia juga mencatatkan pengurangan utang sebesar 81 persen dari total utang sebesar Rp138 triliun. Pengurangan ini setelah kreditur menyepakati kesepakatan damai dalam Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang (PKPU).
Editor: Jujuk Ernawati