Gelar The 11th National Investment Day, UBM Ajak Mahasiswa Paham Investasi
JAKARTA, iNews.id - Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) Universitas Bunda Mulia (UBM) kembali menggelar seminar tahunan bertajuk The 11th National Investment Day pada Kamis (2/10/2025). Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen UBM sebagai bagian dari perayaan 12 tahun berdirinya GI BEI UBM.
Dengan tema 'Empowering the Next-Gen Value Investor to Build Purposeful Wealth in Uncertainty & Volatility' seminar ini bertujuan untuk mendorong literasi investasi di kalangan mahasiswa dan generasi muda, terutama di tengah dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian.
Lebih dari 500 peserta turut hadir dalam seminar ini, yang menghadirkan Direktur Utama PT MNC Kapital Indonesia Tbk, Yudi Hamka, sebagai salah satu pembicara utama. Seminar juga dimeriahkan dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik UBM, Kandi Sofia Senastri Dahlan, serta pemutaran video sambutan dari Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik.
Dalam sambutannya, Kandi menekankan pentingnya edukasi investasi sejak dini bagi mahasiswa. Ia menyebutkan bahwa di tengah gejolak ekonomi global, mahasiswa perlu memahami cara mengelola kekayaan secara bijak dan berkelanjutan.
Momen HT Bawakan Lagu Nothing's Gonna Change My Love for You di HUT ke-26 MNC Kapital
“Generasi muda bukan hanya investor, melainkan juga penggerak roda perekonomian. Maka dari itu, perlu mengelola kekayaan kita agar menjadi bermanfaat,” ujar Kandi.
HUT ke-26 MNC Kapital, Hary Tanoesoedibjo Tekankan Bangun Model Bisnis yang Kuat
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa masa kini tidak bisa lagi hanya mengandalkan tabungan di bank, tetapi perlu mulai memahami dan terlibat dalam kegiatan investasi, khususnya pasar saham.
"Untuk generasi mereka ini memang sudah tidak bisa mengharapkan lagi hanya dari tabungan di bank. Terus terang saya sebutkan saja ya. Jadi memang mereka ini sudah harus mengandalkan bagaimana sumber keuangan dari kegiatan investasi saham," ujarnya.
Lebih jauh, Kandi menjelaskan bahwa UBM saat ini telah menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik nyata, khususnya dalam mata kuliah manajemen keuangan. Menurutnya, soal-soal yang diberikan dosen kepada mahasiswa bukan lagi diambil dari buku, melainkan data riil industri pasar modal.
"Jadi mereka melihat laporan keuangan para emiten, kemudian bagaimana cara menentukan saham mana yang sekarang lagi naik, saham mana yang kurang menguntungkan begitu. Dan ini rupanya para mahasiswa betul-betul antusias untuk mempelajari hal ini," ujar Kandi.
Kandi juga mengapresiasi materi seminar yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan pasar modal Indonesia saat ini.
"Isi materi dari seluruh pembicara sangat tepat dan sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. Kita perlu sepakat bahwa industri pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” ucap Kandi.
Editor: Puti Aini Yasmin