Genjot Perekonomian Indonesia, Pemerintah Diminta Dorong Investasi Asing
JAKARTA, iNews.id – Guna menggenjot perekonomian Indonesia, setidaknya ada tiga strategi bisa diterapkan, yaitu kebijakan nasional yang jelas, investasi asing jangka panjang, dan pembangunan infrastruktur.
Strategi tersebut dirumuskan pada perhelatan pertemuan tahunan Unites States (US)-Indonesia Investment Summit 2017. Namun, strategi tersebut masih terkendala banyak hal, terutama regulasi pemerintah terhadap investasi asing bermodal jumbo.
"Pemerintah Indonesia kerap menyatakan keinginan untuk menciptakan ekonomi Indonesia yang terbuka. Kenyataannya masih banyak peraturan-peraturan yang membatasi kegiatan investor asing di Indonesia," ucap Presiden American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) Indonesia, Brian Arnold, di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Kamis (2/11/2017).
"Tidak ada yang meragukan potensi ekonomi Indonesia yang sangat besar. Namun, kurangnya kebijakan yang mendukung, membuat Indonesia terkendala merealisasikan potensi tersebut," Brian Arnold menambahkan.
Selama dua tahun terakhir, pemerintah telah menerbitkan 16 paket kebijakan reformasi ekonomi yang bertujuan memperbaiki iklim usaha di Indonesia. Untuk mencapai target agar perekonomian di Indonesia terus berkembang hingga 20 tahun ke depan, ada beberapa hal perlu dicermati.
Indonesia dinilai harus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap komoditas. Selain itu, pembangunan infrastruktur skala besar perlu digenjot seperti jalan raya, hingga pembangkit tenaga listrik.
Direktur Senior untuk Asia Pasifik US Chamber of Commerce, John Goyer menuturkan, pertumbuhan ekonomi nasional bisa merangkak naik hingga 6-7% jika investasi asing diperhatikan sebaik mungkin. Pasalnya, investasi asing cenderung jangka panjang dan menjadi potensi pendorong ekonomi nasional.
"Sebenarnya iklim usaha yang konsisten akan meningkatkan investasi yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk