Harga Beras Melesat, Bapanas Ungkap Produksi Minus 2,8 Juta Ton
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menuturkan, pada Januari-Februari 2024 terjadi penurunan produksi beras di Indonesia. Hal ini membuat harga beras di Tanah Air melesat.
Arief menjelaskan, kondisi diakibatkan oleh fenomena El Nino yang memengaruhi iklim tanam dan panen para petani di Indonesia.
"Jadi memang saat ini meskipun produksi dan konsumsi beras di Januari dan Februari 2024 minus 2,8 juta ton sebagai dampak dari penurunan produksi akibat El Nino, namun kita memerlukan beras yang cukup agar neracanya dapat terjaga secara positif," ujar Arief dalam keterangannya dikutip, Sabtu (10/2/2024).
Arief menambahkan, kebijakan importasi beras menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan beras di pasar terlebih dahulu, meskipun keterbatasan stok ini pada ujungnya berdampak pada kenaikan harga.
BPS Perkirakan Lonjakan Produksi pada Februari-Maret, KTNA Yakin Indonesia Surplus Beras
"Walaupun sangat pahit, importasi saat ini harus dijalankan. Mungkin kebijakan ini tidak populer saya sampaikan, tetapi harus dikerjakan untuk pemenuhan kebutuhan saat ini," tuturnya.