Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cemburu, Suami Bakar Istri hingga Tewas di Hadapan Anak-Anak
Advertisement . Scroll to see content

Harga Gandum Melonjak setelah India Larang Ekspor

Senin, 16 Mei 2022 - 15:10:00 WIB
Harga Gandum Melonjak setelah India Larang Ekspor
Harga gandum melonjak setelah India larang ekspor
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id - Harga gandum melonjak di pasar internasional setelah India melarang ekspor komoditas pangan tersebut. Indeks gandum acuan naik 5,9 persen di Chicago, tertinggi dalam dua bulan.  

Larang ekspor gandum dilakukan karena gelombang panas melanda tanaman gandum di India. Hal tersebut membuat harga gandum domestik ke rekor tertinggi. 

Harga produk makanan dari gandum, seperti roti, kue, pasta hingga mi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena harga gandum melonjak di pasar komoditas dunia. 

Pemerintah India mengatakan, masih akan mengizinkan ekspor yang didukung oleh letter of credit yang telah diterbitkan. Selain itu, ke negara-negara yang meminta pasokan untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan mereka.

Pejabat pemerintah juga mengatakan larangan itu tidak permanen dan bisa direvisi. Namun, keputusan tersebut dikritik oleh menteri pertanian Kelompok Tujuh (G7) di Jerman.

"Jika semua negara mulai memberlakukan pembatasan ekspor atau menutup pasar, itu akan memperburuk krisis," kata Menteri Pangan dan Pertanian Jerman Cem Ozdemir, dikutip dari BBC, Senin (16/5/2022).

Meskipun India adalah produsen gandum terbesar kedua di dunia, India belum pernah menjadi pengekspor utama karena sebagian besar hasil panennya dijual di pasar domestik. Namun ekspor gandum Ukraina anjlok setelah invasi Rusia. 

Dengan kekeringan dan banjir yang mengancam tanaman di produsen utama lainnya, pedagang komoditas mengharapkan pasokan dari India bisa menutupi sebagian dari kekurangan tersebut.

Sebelum larangan tersebut, India menargetkan untuk mengirimkan 10 juta ton gandum pada tahun ini.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut