Harga Minyak Mentah Naik 3 Persen dalam Sepekan di Tengah Penguatan Dolar AS
NEW YORK, iNews.id - Harga minyak mentah turun sekitar 1 persen pada perdagangan akhir pekan. Pelemahan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pertumbuhan permintaan minyak global dapat terpukul oleh menguatnya dolar AS.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent berjangka turun 47 sen atau 0,6 persen menjadi 85,24 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 56 sen atau 0,7 persen ke 80,73 dolar AS per barel.
Pada sepekan perdagangan, kedua harga minyak mentah acuan tersebut naik sekitar 3 persen setelah mengalami penguatan sekitar 4 persen pada minggu lalu.
Penuruan harga pada akhir pekan terjadi meskipun ada tanda-tanda peningkatan permintaan minyak di AS dan penurunan persediaan bahan bakar yang membantu mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi dalam tujuh minggu sehari sebelumnya.
Penurunan tersebut mendorong WTI keluar dari wilayah overbought secara teknis untuk pertama kalinya dalam empat hari, sementara Brent berjangka tetap overbought untuk hari keempat berturut-turut untuk pertama kalinya sejak awal April.
Indeks Dolar AS naik ke level tertinggi dalam tujuh minggu terhadap mata uang lainnya berkat Federal Reserve yang masih menahan suku bunga, berbeda dengan sikap bank sentral negara lain.
The Fed menaikkan suku bunga secara agresif pada tahun 2022 dan 2023 untuk mengendalikan lonjakan inflasi. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dan dunia usaha, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
Penguatan dolar AS juga dapat mengurangi permintaan minyak dengan membuat komoditas dalam mata uang greenback seperti minyak menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sebagai negara konsumen minyak terbesar di dunia, aktivitas bisnis AS merangkak naik ke level tertinggi dalam 26 bulan pada bulan Juni di tengah pulihnya lapangan kerja, namun tekanan harga mereda secara signifikan, memberikan harapan bahwa perlambatan inflasi baru-baru ini kemungkinan besar akan berlanjut.
Namun, penjualan rumah di AS turun selama tiga bulan berturut-turut di bulan Mei karena harga rumah yang mencapai rekor tertinggi dan kenaikan suku bunga hipotek membuat pembeli potensial tidak bisa membeli rumah tersebut.
Meskipun terjadi penurunan harga minyak mentah, harga bensin berjangka AS naik untuk hari keempat ke level tertinggi dalam satu bulan karena meningkatnya permintaan selama musim mengemudi di musim panas dan penurunan persediaan.
Editor: Aditya Pratama