Harga Minyak Mentah Naik Tipis Imbas Ketegangan di Timur Tengah
NEW YORK, iNews.id - Harga minyak mentah naik tipis pada perdagangan Senin waktu setempat. Kenaikan ini imbas dari kekhawatiran pasokan yang masih ada akibat ketegangan di Timur Tengah diimbangi oleh tanda-tanda melemahnya permintaan.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik 9 sen menjadi 83,56 dolar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret naik 30 sen menjadi 79,49 dolar AS per barel.
Baik Brent maupun WTI berjangka pada pekan lalu masing-masing naik sekitar 1,5 persen dan 3 persen. Hal ini mencerminkan meningkatnya risiko meluasnya konflik Timur Tengah.
Konflik di Timur Tengah berlanjut selama akhir pekan ketika serangan Israel membuat rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza tidak dapat beroperasi.
Menteri ESDM Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Bulan Depan
Pada hari Sabtu, pejuang Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tanker minyak tujuan India.
Sementara, Amerika Serikat (AS) telah mengusulkan kepada Dewan Keamanan PBB untuk menentang serangan Israel di Rafah dan mendukung gencatan senjata sementara di Gaza.
Pembatas kenaikan harga minyak merupakan melambatnya perkiraan permintaan dari Badan Energi Internasional (IEA) dan kenaikan harga produsen AS yang lebih besar dari perkiraan pada bulan Januari, sehingga memperkuat kekhawatiran inflasi dan mengangkat nilai dolar.
Indeks dolar, yang mengukur mata uang tersebut terhadap enam mata uang lainnya, telah menguat selama lima minggu berturut-turut dan sedikit lebih tinggi pada hari Senin. Penguatan greenback membuat minyak dalam mata uang dolar kurang menarik bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan.
“Harga minyak cukup berfluktuasi dalam beberapa pekan terakhir, sebagian karena penguatan dolar,” ucap Analis Pasar di City Index, Fawad Razaqzada.
Pasar juga menunggu indikasi arah permintaan dari China setelah kembalinya negara tersebut dari liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu.
Editor: Aditya Pratama